• Jumat, 7 Mei 2021

TEMU RELAWAN SAHABAT LANGIT UPZ KADIN BANDUNG BERMANFAAT

TEMU RELAWAN SAHABAT LANGIT UPZ KADIN BANDUNG BERMANFAAT Laras Lestari Ketua KADIN Kota Bandung, Iwa Gartiwa yang sekaligus sebagai Pembina Unit Pengelola Zakat (UPZ) KADIN Bandung Bermartabat membuka Temu Relawan Sahabat Langit UPZ KADIN Bandung Bermartabat, pada hari Jumat, 12 Maret 2021, bertempat di Aula Graha KADIN Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung.

Dalam acara Temu Relawan Sahabat Langit UPZ Kadin Bandung Bermartabat tersebut hadir 15 orang calon relawan UPZ KADIN Bandung Bermartabat yang akan mengikuti serangkaian kegiatan seleksi sebagai Relawan Sahabat langit UPZ KADIN BANDUNG bermartabat.  Hadir pula beberapa pengurus UPZ KADIN Bandung Bermartabat, Ketua Pembina UPZ , Iwa Gartiwa, Ketua Penasehat UPZ, Asep Rachmat, Ketua UPZ, Asep Ruslan, Sekretaris UPZ, Asep Ridrid Karana, Komite Tetap Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN Kota Bandung , Rustam Hutabarat, dan Komite Tetap Waralaba dan kemitraan KADIN Kota Bandung , Bhakti Desta Alamsyah.

Iwa Gartiwa dalam sambutannya mengucapkan Puji  syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya acara pembekalan untuk relawan UPZ KADIN Bandung Bermartabat serta menyampaikan terima kasih kepada Ketua UPZ KADIN Bandung Bermartabat, Asep Ruslan  berserta jajaran yang terus berjuang, mensupport, dan mewujudkan bagaimana supaya KADIN Kota Bandung ini bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat melalui UPZ

Disampaikan Iwa, KADIN Kota Bandung sengaja membuat UPZ ini karena ada beberapa alasan yaitu bagaimana kita sebagai penyambung ibadah, dari pengusaha  untuk masyarakat terutama yang punya hak untuk menerima zakat, infaq, shodaqoh.   Karena kita tahu bahwa yang namanya pengusaha itu mereka sudah sadar tapi kadang-kadang bingung harus kemana menyalurkan zakat, infaq,dan shodaqoh tersebut, sehingga dari hasil rapat, kami sepakat  bahwa KADIN Kota Bandung harus membentuk UPZ (unit Pengelolaan Zakat). 

lebih lanjut Iwa mengatakan seringkali juga dibicarakan   bagaimana  kita bisa bermanfaat, termasuk KADIN Kota Bandung,  pengurus KADIN Kota Bandung itu semuanya adalah relawan, karena kami tidak digaji, kami aktif di KADIN semuanya tidak dibayar, nothing to lose,  termasuk saya sendiri sebagai Ketua, tapi kita punya keyakinan, punya keimanan, apabila kita melakukan yang bermanfaat untuk orang lain, maka usaha kita, urusan kita pasti ada yang ngurus (Allah SWT), dan syukur alhamdulillah, walaupun banyak menyita pikiran, kadang-kadang uang juga keluar, tapi usahanya  kami tetap jalan, karena kita yakin emua itu ada yang ngurus.

“Jadi saya juga ingin mengajak kepada calon-calon relawan atau para relawan, bahwa kegitan ini (UPZ KADIN Bandung Bermanfaat) termasuk kerelawanan, bagaimana kawan-kawan bermanfaat untuk orang lain, sebagai sarana ibadah dan kita yakin bahwa apabila kita punya hasil, otomatis secara  income akan mengikuti, secara ekonomi kita akan diangkat”, ujar Iwa.

Dikatakan oleh Iwa, satu hal yang selalu saya ajak kesemuanya bahwa kita hidup harus optimis,  bagaimana  kita juga harus mempunyai cita-cita, karena relawan ini tidak terlepas dari marketing,  yang namanya orang marketing dimanapun selalu optimis, harus optimis, jangan mudah menyerah. Selanjutnya Iwa menyampaikan misi yang harus selalu dijaga oleh para relawan bahwa mereka tidak terlepas dari nama baik lembaga KADIN Kota Bandung.   

KADIN Kota Bandung sendiri adalah lembaga yang disahkan dengan Undang-undang, bahwa KADIN itu adalah mitra pemerintah, mitra pembangunan, sehingga tidak ada yang namanya KADIN itu dibawah pemerintah, kita memutarkan roda organisasi ini tanpa sedikitpun biaya pemerintah.  Syukur Alhamdulillah bahwa kita melakukan kegiatan-kegitan sosial termasuk seperti  Coffee Monday, Kamis Manis Ngobrol Bisnis, pelayanan kepada UMKM, ada nilai nilai ibadah di dalamnya, sehingga akhirnya kita juga secara operasional KADIN masih tetap bisa bertahan.   “Kadang-kadang  yang secara hitungan matematis kita bingung KADIN  bisa operasional dari mana uangnya, anggota terbatas, yang ngontrak terbatas tapi ternyata bisa ketutup,  itu saya sadari  karena darii kemanfaatan-kemanfaatan yang kita lakukan,  kita biasa melayani keluh kesah UMKM, kita fasilitasi semuanya, sehingga ada saja  dananya, datang darimana saja”, tutur Iwa.

Menurut Iwa, itulah gunanya kemanfaatan, gunanya jaringan, silaturahmi, dan kita yakin kalau kita menolong orang, pasti kita juga ada yang menolong, keyakinan-keyakinan itu harus ada, dengan kekuatan dengan keimanan pasti jadi, tapi kalau ragu maka segalanya jika  ragu tidak akan jadi,  dan bagaimana kegiatan-kegiatan kita harus terus di jalan Allah, dan kita harus yakin,  seyakin-yakinnya.

Bagi para calon relawan UPZ , Iwa juga mengucapkan selamat bergabung dengan UPZ KADIN Kota Bandung, dan kita selalu terbuka, KADIN ini adalah organisasi tapi bawaannya seperti kekeluargaan dan berharap semoga apa yang kita cita-citakan bahwa pengumpulan zakat , infaq, shodaqoh  bisa dikembalikan lagi kepada mereka yang membutuhkan.

Ditambahkan Iwa bahwa salah satu misi kita (UPZ KADIN Bandung Bertamtabat) adalaha  bagaimana dana yang terkumpul  ini bisa bergerak mendorong usaha-usaha yang kecil, seperti tukang baso, tukan-tukang di pinggir jalan sehingga mereka bisa usaha, kemudian yang  terkena rentenir atau “bank emok”, juga banyak orangtua yang tidak punya pensiunan sementara anaknya tidak berhasil, juga orangtua yang tidak berhasil tidak punya pensiun dan anak-anaknya juga tidak berhasil,  mereka semua harus dibantu, seharusnya mereka sudah ada yang menyumbang, tugas negara harusnya, sekarang kita membantu pemerintah, membantu negara bagaimana mengatasi permasalahan-permasalahan sosial ekonomi di masyarakat “. pungkas Iwa.

Sementara itu ketua UPZ KADIN Bandung Bermanfaat, Asep Ruslan mengatakan tujuan perekrutan Relawan Sahabat Langit Relawan UPZ KADIN Bandung Bermanfaat  adalah untuk sama-sama kita berjuang untuk membantu sesama, sesuia dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya “sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesamanya. UPZ KADIN Bandung Bermanfaat ini adalah equal untuk kita mendirikan lembaga yang independen, skala nasional, yaitu Lembaga Amil Zakat KADIN Bandung Bermanfaat, jadi sesuai dengan SK BAZNAZ No. 251/SK-UPZ/BAZNAS.KT.BDG/II/2021, tanggal 3 Februari 2021.

Dikatakan Asep Ruslan UPZ KADIN Bandung Bermanfaat mempunyai visi menjadi lembaga amil zakat infaq shodaqoh Kota Bandung terbaik dalam program dan layanan untuk masyarakat miskin perkotaan.   Sedangkan misi kita adalah menjadi penghubung antara muzaki, yaitu orang yang mampu mengeluarkan zakat infaq shodaqoh, dan wakaf dengan  mustahiq, yaitu yang menerima, dengan program tepat sasaran, tepat anggaran, amanah. berdampak dan berkelanjutan.

Ditambahkan Asep Ruslan, Program Rencana strategis UPZ KADIN Bandung Bermanfaat ini ada tiga, yaitu, penguatan lembaga, 1-2 tahun, salah satunya dengan merekrut relawan UPZ, kemudain penguatan SDM dan penguatan teknologi digital, karena sekarang sudah jamannya digital, dan yang lainnya terkait penguatan peran lembaga, optimalisasi peran lembaga, dan lain sebagainya.

“insya Allah dalam waktu dekat UPZ akan berubah menjadi Lembaga Amil Zakat KADIN Bandung bermanfaat, mohon doanya, dan  saat ini yang kita launching  dalam rangka menghadapi bulan Ramadhan diantaranya adalah Tebar Wakaf Alquran”, Ujar Asep Ruslan.

Sedangkan Ketua Penasehat UPZ KADIN Bandung Bermanfaat,  Asep Rachmat mengutarakan bahwa orientasi kita bergabung menjadi relawan mengacu pada  Surat Al-‘Araf ayat 157.   Ayat ini menginspirasi saya karena ayat ini menegaskan bahwa salah satu tugas kita bukan hanya melaksanakan ibadah ritual, tapi justru adalah melepaskan yang selama ini menghimpit sebagian saudara-saudara kita, terutama di perkotaan.   Banyak saudara-saudara kita yang tidak  berdaya karena memang mereka terjebak dalam kondisi yang  mana beban yang mereka pikul sangat berat.  Kita diajarkan sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang punya kesiapan untuk melepaskan beban berat yang selama ini membelenggu sebagian dari mereka, ini yang menjadi perbedan orientasi UPZ KADIN Kota Bandung dengan UPZ-UPZ lainnya,

Target UPZ  ini adalah ingin memberdayakan yang asalnya mustahiq (menerima) menjadi mujaki (memberi) , makin berkembang, jadi bukan sekedar menyalurkan, tapi bagaimana memberdayakan.   Disampaikan itu pula bahwa Ketua UPZ punya data yang lengkap berapa kelurahan dan Kecamatan di Kota Bandung, berapa jumlah orang miskin , berapa jumlah lembaga yang terlibat dan sebagainya”, ujar Asep Rachmat. 

 

Editor: Ridwan Kurniawan

Bagikan melalui:

Komentar