• Sabtu, 19 Juni 2021

PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM)

KADIN Bandung bekerjasama dengan PKM LPPM UNISBA, Mendorong Penguatan Pasar Mikro Sektor Makanan

KADIN Bandung bekerjasama dengan PKM LPPM UNISBA, Mendorong Penguatan Pasar Mikro Sektor Makanan AdministratorIntan Ketua KADIN Kota Bandung, Iwa Gartiwa bersama Narasumber dalam Acara Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam Mendorong Penguatan Pasar Usaha Mikro Sektor Makanan (Lapak Jajanan Pasar)

KADINBANDUNG.COM Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam Mendorong Penguatan Pasar Usaha Mikro Sektor Makanan (Lapak  Jajanan Pasar) yang  diadakan oleh Komite Tetap Industri Makanan dan Minuman KADIN Kota Bandung bekerjasama dengan PKM LPPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISBA, dan ASPAMI (Asosiasi Pengusaha Makanan Minuman) dibuka secara resmi oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Bandung, Iwa Gartiwa, pada hari Senin, 22 Maret 2021, bertempat di Aula Graha KADIN Kota Bandung , Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung.

Acara dihadiri oleh Ketua Ketua Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISBA, Sri Suwarsi, Dosen Fakultas Komunikasi UNISBA , Kiki Zakia, Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UNISBA, Aura,  dan para Narasumber, Wakil Ketua Bidang KUMKM dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro, Komite Tetap Waralaba dan Kemitraan, Bhakti Desta Alamsyah, serta Komite Tetap Industri Makanan dan Minuman KADIN Kota Bandung sekaligus sebagai Ketua ASPAMI (Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman), Gatot Hardiyanto.  Acara diikuti oleh peserta dari UMKM anggota ASPAMI dan Binaan KADIN Kota Bandung.

Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa Membuka Acara Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam Mendorong Penguatan Pasar Usaha Mikro Sektor Makanan (Lapak  Jajanan Pasar)

Dalam kesempatan ini Iwa Gartiwa menyampaikan program vaksinasi gratis untuk UMKM, UMKM yang belum divaksin bisa mendaftarkan diri ke KADIN Kota Bandung.  Menurut Iwa Gartiwa   vaksinasi ini penting, karena bagaimana kita bisa mendongkrak usaha apabila kita belum prepare kesehatan kita, sehingga hal ini salah satu yang kami terus perjuangkan  supaya para UMKM di Kota Bandung itu bisa segera divaksin, dan kami yakin bahwa apabila pandemi ini  sudah berakhir, maka para umkm yang pada saat pandemi bertahan , selesai pandemi itulah yang akan jadi juara.   Jadi sekarang jangan karena  pandemi usaha itu ditunda, menungga  beresnya pandemi, padahal orang lain sudah lari kencang”, tutur Iwa Gartiwa.

Selanjutnya Iwa Gartiwa sebagai Ketua KADIN Kota Bandung  mengapresiasi sekali kerjasama dengan UNISBA, yang setelah MOU langsung action, baru UNISBA yang seperti ini dibanding dengan perguruan tinggi lainnya, langsung melakukan kegitan kepedulian kepada UMKM.  Diharapkan didalam pengabdian kepada masyarakat ini bisa bermanfaat untuk para pengusaha termasuk UMKM, karena yang namanya UMKM itu luar biasa, mulai dari produksi, marketing, manajemen , segala semuanya dilakukan sendiri, berbeda dengan perusahaan, divisi marketing dan divisi-divisi lainnya terpisah, dengan dibantu oleh para mahasiswa yang nantinya kolaborasi untuk pemagangan hal ini bisa membantu dan mendongkrak para UMKM, karena  sebagian besar UMKM juga belum bisa meghire karyawan sendiri, ujar Iwa Gartiwa.

Iwa Gartiwa mengatakan bahwa KADIN Kota Bandung ditunjuk oleh Walikota Bandung sebagai Wakil Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Bandung, sehingga kita sedang konsentrasi bagaimana didalam pemulihan ekonomi kedepan ini bisa segera terwujud dan mendongkrak para UMKM, karena sesuai data Bandung yang dulu pertumbuhan ekonominya 6,5 , sekarang jadi (-)2,28, sehingga ini yang kami rasa ngeri sekali apabila ini pandemi ini tidak segera berakhir akan merepotkan bagi para pengusaha khususnya para UMKM, ungkap Iwa Gartiwa.

Dikatakan juga oleh Iwa Gartiwa , KADIN adalah wadah dunia usaha mulai dari BUMN seperti PT. INTI, PT. Telkom, PT. PINDAD, semuanya  sampai  UMKM adalah anggota KADIN Kota Bandung, dan kami merasa dibantu oleh UNISBA didalam proses pemulihan ekonomi ini,  dan ijin bahwa kerjasama dengan UNISBA ini saya akan bawa dan ekspose terus di Kota Bandung , di pemerintah daerah maupun di media-media, sehingga ini bisa merupakan rule model yang membantu tugas-tugas kami khususnya KADIN Kota Bandung, kata Iwa Gartiwa.

Pada kesempatan yang sama  Sri Suwarsi menyampaikan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dan support dari KADIN Kota Bandung  dalam kerjasama kegiatan pengabdian kepada masyarakat.   Universitas Islam Bandung sudah menandatangani  Memorandum of understanding (MoU)  dengan KADIN Kota Bandung,  dan sebelumnya telah megadakan beberapa kegiatan kerjasama dengan KADIN Kota Bandung.    Pelatihan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam Mendorong Penguatan Pasar Usaha Mikro Sektor Makanan (Lapak Jajanan Pasar) ini untuk melaksanakan salah satu tugas Tri Darma Perguruan Tinggi, dengan harapan program ini memberikan kontribusi dalam peningkatan ilmu yang bersifat  praktis untuk pengembangan usaha para pelaku UMKM umumnya, khususnya para UMKM sektor jajanan pasar”, tutur Sri Suwarsi.

Selanjutnya  Sri Suwarsih mengatakan kegiatan ini juga agar terjadi link and macth antara Perguruan Tinggi dengan dunia usaha, dan dalam beberapa dekade telah mengadakan program kuliah dunia usaha, yaitu dimana mahasiswa terjun ke masyarakat , salah satunya melakukan pembinaan kepada para pengusaha, mudah-mudahan kedepannya bisa melakukan kerjasama dengan UMKM anggota Kadin Kota Bandung dan ASPAMI, sehingga mahasiswa bisa  belajar dan berkolaborasi denagn UMKM.

“Disamping itu juga dalam visi program Kampus Merdeka Belajar yang melibatkan masyarakat untuk proses peningkatan kompetensi Mahasiswa, salah satunya melalui magang, untuk itu diharapkan bantuan  dari KADIN dalam program ini, juga untuk perbaikan kurikulum Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar terutama pemagangan untuk meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa”, ujar Sri Suwarsi.

Sementaa itu Ketua ASPAMI yang juga Komite Tetap Industri Makanan dan Minuman KADIN Kota Bandung Gatot Hardiyanto mengatakan Gerakan Ekonomi Bandung Bangkit (GEBB) diinisiasi oleh KADIN Kota Bandung untuk memulihkan ekonomi UMKM dan Kota Bandung, dan ASPAMI (Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman) sebagai anggota luar biasa KADIN Kota Bandung mengadakan Lapak Jajanan Kue Tradisonal di beberapa lokasi di are Bandung, visinya adalah menjadi salah satu solusi nyata membangkitkan ekonomi UMKM di Kota Bandung yang berdampak terhadap sektor yang lainnya.  Misi yang dilakukan oleh ASPAMI ini adalah denagan membuka akses pasar yang baru produk UMKM makanan dan minuman, membantu peluang pekerjaan baru, memberdayakan ekonomi masyarakat sekitarnya dan mempengaruhi sektor ekonomi bidang lainnya, tutur Gatot.   

Para Peserta Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam Mendorong Penguatan Pasar Usaha Mikro Sektor Makanan (Lapak  Jajanan Pasar)

“Sudah terbentuk Lapak Jajanan yang diberi nama “Lapak Jajana 23 group”,  yaitu “Sukamaju” di daerah Sukamaju Ujungberung, “CGA & GOR BLA” di Komplek Cempaka Arum, “Q’weh Gartilks” di Gerlong Tengah, “Mustika Wangi” di Margacinta, “Annisa Cake” di Neglasari Trsn Margacinta, “Jempol Snack” di Cihampelas Depan, “Jalaprang” di Jalapran Depan, Andrean Kue” di Depan Tugu Pahlawan, “Jajanan Sunda “ di Karees Sapuran, “Cikal” di Cinambo, “Simos Snack” di AH. Nasution,  “Mutiara Zulfa” di Pluto Depan Griya Margahayu Raya, dan “Si Kembar”  di Kopo, jelas Gatot Hardiyanto.

Sedangkan Bambang Tris Bntoro dalam pemaparannya sebagai narasumber mengatakan bahwa  yang namanya pemasaran itu gampang-gampang sulit, kenapa sulit, karena banyak orang mampu produksi tapi tidak mampu memasarkan, banyak orang tahu pasar tapi tidak jelas petanya harus bagaimana, ujarnya.  Ada beberapa hal yang harus dibahas didalam pemasaran, saya sebagai pelaku usaha juga mempraktekan hal ini, yang pertama adalah dimana wilayah anda menentukan tingkat kepastian produk anda, bisa dilakukan verifikasi, yang kedua adalah segmen pasar, harus tahu siapa calon pembeli atau pelanggan kita, yang ketiga adalah berapa besar market sizenya atau besaran pasarnya, artinya tingkat permintaan untuk produk sejenis yang dihasilkan, dan yang keempat adalah kebutuhan dan keinginan pasar.

Selanjutnya menurut Bintoro, jika bicara tentang strategi pemasaran berarti bicara marketing Mix atau Bauran Pasar, ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam strategi pemasaran, yaitu pertama Produk, produk harus memiliki daya pembeda yang kuat, kedua adalah  Price atau harga, disini kita tentukan marginnya,  ketiga, Place atau tempat, cari tempat yang ada pasarnya, walaupun harganya mahal, misal deket sekolah, perkantoran, jangan sampai salah memilih tempat, cari yang simpil-simpul pasarnya ramai, yang pasarnya sudah terbentuk, selanjutkan kita tinggal bermain inovasi, sama juga konsepnya jika kita memasarkan di marketplace, keempat fisikal eviden, usaha harus membuat image, dan yang kelima adalah promotion atau promosi, disin kita harus terjadi ikatan emosional dengan konsumen, bisa melalui diskon, hadiah, ucapan idul fitri, dan lainnya.   Satu hal yang harus kita pegang yaitu “customer is the king”,  berikan kepuasan melampaui apa yang mereka harapkan”, ujar Bintoro.

Sementara dalam Strategi  Branding, Packaging dan Labeling menurut Bhakti Desta Alamsyah yang harus diperitanyakan adalah apakah prouk itu sudah mejadi pilihan atau belum.  Produk yang dipilih itu produk yang membuat kita nyaman,  produk yang khusus, yang tidak banyak, produk yang selalu dibutuhkan.   Banyak produk yang kuat juga sebenarnya pada awalnya buka apa apa,  dan ketika sudah menegenal, kemudian memantaskan,  selanjutnya ingin bermerek, branding dan matching.

Para Peserta dan Narasumber dalam Acara Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam Mendorong Penguatan Pasar Usaha Mikro Sektor Makanan (Lapak  Jajanan Pasar)

Menurut Desta,  pertanyaan selanjutnya adalah sudah cukukah produk kita berpenampilan, harapan kita semua produk kita adalah produk yang unggulan dan produk yang ngehit.  Sebuah produk jika sudah nancap di hati, akan selalu dingat, itu adalah kekuatan brand, kekuatan produk terletak pada promosi.

Dikatakan Desta , Brand adalah suatu tanda atau simbol yang terdirii dari nama, istilah, gambar, logo, lambang, desain atau kombinasi dari semua itu.   Sedangkan branding adalah seluruh kegiatan apapun yang dilakukan bagi upaya dalam rangka mmebuat brand itu ngetop.  Kekuatan salah satu branding adalah melalui jingle, lagu atau suara,  kekuatan branding  ketika sudah menjadi top of mind.   Ditambah Desta ada 3 katagori unuk mmebuat produk menjadi mantap, yaitu ,Brand loyal , brand recognition, artinya mengenal brand tersebut walaupun belum tentu membeli. brand preference, da kemungkinan masih mau pinndah, dan brand insistence.

Selanjutnya packaging, kepada funsinya adalah untuk proteksi produk, sebagai kemudahan untuk melakukan distribusi atau pengiriman, sarana komunikasi, terletak pada desain dan labelnya.  Packaging yang kuat adalah harus bisa mengajak bicara, agar unsur komunkasinya terpenuhi , maka packagingnya harus informatif, ada no telpon, tanggal  expired.  Adapun labeling, unsurnya terdiri merek dagang, keterangannya, tagline slogan, izin produk, dan lainnya.  infonya tidak boleh bohong, karena dagang bukan sekedar untung rugi tetapi dagang juga  ibadah, jadi tidak boleh bohong.  Label adalah penanda bahwa kita sudah layak untuk mecantumkan informasi –informasi”, pungkas Desta.

Editor: Laras Lestari

Bagikan melalui:

Komentar