• Minggu, 1 Agustus 2021

Program Inkubabasi Usaha Super Mikro

Sinergi dan Kolaborasi BAZNAS Kota Bandung dengan KADIN Kota Bandung

Sinergi dan Kolaborasi BAZNAS Kota Bandung dengan KADIN Kota Bandung Asep Ruslan Pengurus Baznas Kota Bandung bersama Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa, Pengurus Kadin Kota Bandung dan Pengurus UPZ Kadin Bandung Bermanfaat (Foto: Asep Ruslan)

KADINBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG - Salah satu tujuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terwujudnya penyaluran Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang efektif dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan ummat dan pengurangan kesenjangan sosial.

Upaya dalam mengentaskan kemiskinan oleh Baznas memang beragam, salah satunya yang dilakukan Baznas Kota Bandung Sinergi dan Kolaborasi dengan berbagai stake holder diantaranya Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung, pembahasan menjalin kerjasama dengan Kadin Kota Bandung sebagai mitra strategis Baznas Kota Bandung dalam pemberdayaan masyarakat mewujudkan Mustahik (penerima zakat) menjadi Muzaki (pemberi zakat).

Untuk itu pengurus Baznas Kota Bandung Periode 2021-2026 yang dilantik Walikota Bandung pada Jumat (26/3/2021) lalu, mengadakan pertemuan dan silaturahmi dengan Pengurus Kadin Kota Bandung dan Pengurus UPZ Kadin Bandung Bermangfaat di Graha Kadin kota Bandung Jalan Talaga bodas No. 31 Kota Bandung, Jumat (11/6/2021).

Pengurus Baznas Kota Bandung: Akhmad Roziqin, Arif Nurakhman, Dudit Setiadi dan Irfan Luthfi (Foto: Asep Ruslan)

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Baznas Kota Bandung Akhmad Roziqin, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Arif Nurakhman, Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan Dudit Setiadi dan Ketua Harian Irfan Luthfi. Hadir dari Kadin Kota Bandung Ketua Kadin Kota Bandung yang juga Pembina UPZ Kadin Bandung Bermanfaat Iwa Gartiwa, Komite Tetap Organisasi dan Keanggotaan Rustam Hutabarat, Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UMKM Bambang Tris Bintoro, Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung Ridwan Kurniawan, Ketua UPZ Asep Ruslan, Sekretaris UPZ, Asep Ridrid Karana, UPZ Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Ilwan Syahwildan dan Kepala Sekretariat UPZ Linda Kaniawaty.

Pada Kesempatan tersebut  Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa menyambut baik pertemuan ini dan menyampaikan bahwa Kadin Kota Bandung sebagai wadahnya para pengusaha, melalui UPZ Kadin Bandung Bermanfaat, telah memberikan edukasi-edukasi kepada para pengusaha yang tergabung sebagai anggota Kadin Kota Bandung maupun yang belum menjadi anggota untuk dapat menyalurkan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) ke UPZ Kadin Bandung Bermanfaat. 

“Alhamdulillah para pengusaha sudah memiliki kesadaran untuk membayar Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) kepada yang berhak, hanya seringkali mereka masih bingung harus disalurkan kemana.  Hal ini yang menjadi pemikiran Kadin Kota Bandung untuk membentuk UPZ. Walapun rencana awalnya kami ingin membentuk LAZ (Lembaga Amil Zakat), tapi terbentur oleh persyaratan dan memerlukan prosedur yang lebih komplek, sehingga akhirnya dibentuk UPZ Kadin Bandung Bermanfaat dengan Pak Asep Ruslan sebagai Ketua UPZ,” kata Iwa Gartiwa.

Pertemuan Baznas Kota Bandung dengan Kadin Kota Bandung dan Kadin Bandung Bermanfaat Asep Ruslan (Foto: Asep Ruslan)

Menurut Iwa Gartiwa, prioritas program UPZ saat ini adalah Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Mesjid, dimana SDM pengelola dan pengurus mesjid ini menjadi target utama program ini, diantaranya para Marbot (penjaga masjid) agar mereka bisa berdaya secara ekonomi dengan menjadi pengusaha melalui pengelolaan usaha berbasis mesjid, seperti warung-warung sembako dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Sehingga secara ekonomi mereka bisa lebih meningkat dan yang tadinya sebagai Mustahik menjadi Muzaki.

“Mengapa harus warung, karena di masa pandemi Covid-19 ini omzet warung-warung ini justru meningkat, karena orang berhati-hati untuk pergi ke pasar akhirnya berbelanja ke warung-warung terdekat,” tambahnya.

Di setiap Kecamatan bahkan tingkat kelurahan di seluruh Kota Bandung, Iwa berharap para pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) bisa menjalankan sistem seperti itu.

“Saya seringkali sampaikan kepada para pengusaha dan UMKM binaan Kadin Kota Bandung, kita harus yakin bahwa Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang kita keluarkan akan sangat membantu usaha yang kita lakukan, pasti akan mendongkrak usaha kita. Dengan dukungan pendanaan dari para donatur atau Muzaki. Kadin Kota Bandung mengharapkan bisa berkolaborasi dengan Baznas Kota Bandung dalam pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi berbasis mesjid ini,” pungkas Iwa Gartiwa.

Selanjutnya Asep Ruslan selaku Ketua UPZ Kadin Bandung Bermanfaat, menjelaskan terkait program kerja UPZ, kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dan memperkenalkan para pengurusnya sesuai SK Ketua Baznas Kota Bandung No. 251/SK-UPZ/BAZNAS.KT.BDG/II/2021 Tanggal 3 Februari 2021 Tentang Susunan Pengurus UPZ Kadin Bandung Bermanfaat Kota Bandung Periode 2020-2025.

“Dalam 1-2 tahun ini program UPZ Kadin Bandung Bermanfaat adalah untuk penguatan SDM, untuk itu kami sangat membutuhkan bimbingan dan dukungan dari Baznas Kota Bandung.  Untuk rencana kedepan UPZ Kadin Bandung Bermanfaat dengan Relawan Sahabat Langit, sudah mempunyai program prioritas pembinaan 100 marbot mesjid di kota Bandung, yang nantinya diintegrasikan dengan program dari Kadin Kota Bandung yang tadi sudah disampaikan oleh Ketua Kadin Kota Bandung yaitu Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Mesjid. Para marbot masjid ini akan dibina menjadi seorang pengusaha.  Untuk itu kami berharap ada program dari Baznas Kota Bandung yang bisa dikolaborasikan dan dikembangkan oleh UPZ Kadin Bandung Bermanfaat,” ungkap Asep Ruslan.  

Terkait peluncuran “Gerakan Cinta Zakat, Infak dan Sedekah” oleh Baznas Kota Bandung pada Kamis (29/4/2021) lalu di Pendopo Wali Kota Bandung, Asep berharap gerakan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Bandung untuk mencintai Zakat, Infak dan sedekah (ZIS) untuk pemberdayaan umat dengan pendayagunaan dana tersebut dapat meminimalisir ketimpangan perekonomian masyarakat, mengentaskan kemiskinan dan meminimalisir pengangguran dampak pandemi Covid-19.

“Masyarakat, warung-warung dan para pelaku UMKM akan terhindar dari “Bank Emok atau Rentenir” sebagaimana tadi disampaikan oleh Ketua Kadin Kota Bandung. Insya Allah dengan pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) yang profesional, akan terwujudlah masyarakat yang tentram makmur dan sejahtera,” pungkasnya.

Ketua Baznas Kota Bandung Akhmad Roziqin (Foto: Asep Ruslan)

Sejalan dengan itu Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad Roziqin mengatakan bahwa konsen Baznas Kota Bandung saat ini adalah prioritas untuk program penguatan kelembagaan, salah satunya kelembagaan UPZ.

“Secara formal sampai hari ini UPZ di Kota Bandung ada 68 UPZ, terdiri 38 UPZ di kantor Dinas, Badan, BUMD, lembaga profesi dan sejenisnya, ditambah 30 UPZ kemasyarakatan (di tiap kecamatan ada).  Baznas akan membuat program untuk 30 UPZ kemasyarakatan ini, karena dilapangan ada yang aktif dan tidak aktif dan mereka tidak bernaung di bawah institusi. Karena sesuai undang-undang, UPZ itu harus  bernaung di bawah institusi, apakah itu mesjid, mushola, yayasan, organisasi dan juga melibatkan tokoh masyarakat, penyuluh agama, ulama atau MUI. UPZ kemasyarakatan ini harusnya yang  bertanggungjawab Masjid Besar di tingkat kecamatan, tapi pada kenyataannya tidak begitu,”  kata Akhmad Roziqin Ketua Baznas Kota Bandung.  

Menurutnya, Baznas Kota Bandung sedang konsolidasi membentuk UPZ di daerah teatrikal setingkat kota seperti  Polres dan Kodim,  sebagai amanat undang-undang. Termasuk dengan Kadin Kota Bandung.

“Kadin Kota Bandung ini sangat istimewa bagi kami, karena sudah ada UPZ Kadin Bandung Bermanfaat dan disini terhimpun para pengusaha kurang lebih ada 600 anggota yang tergabung di Kadin Kota Bandung, tentunya sangat potensial. Secara normatif UPZ Kadin Bandung Bermanfaat ini mempunyai tugas perbantuan terhadap Baznas dalam pengumpulan dan penyaluran dana Zakat, Infak dan sedekah (ZIS),” ujarnya.

Disampaikan juga oleh Akhmad Rozikin potensi penghimpun dana zakat dari ASN Kota Bandung baru 30% yaitu sekitar 1,3 milyar setiap bulannya. jadi masih ada potensi 70% yang belum terkumpul.

“Baznas Kota Bandung mempunyai tugas untuk bisa mencapai 100%  potensi itu, karena kita punya tujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.  Pengentasan kemiskinan dilakukan  melalui bidang pemberdayaan, dimana selama ini program yang telah dilakukan oleh Baznas Kota Bandung lebih banyak pendistribusian atau bersifat konsumtif.  Namun ini menjadi bahan evaluasi agar kedepannya harus diseimbangkan antara konsumtif dan pemberdayaan.  Untuk itu kami berharap Kadin Kota Bandung bisa menjadi mitra strategis Baznas Kota Bandung dalam konteks pemberdayaan.  Sebagaimana amanat Walikota Bandung, Bapak Oded M. Danial agar Baznas ini betul-betul menjadi proses pengentasan kemiskinan di Kota Bandung,” tambahnya.  

Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UMKM, Bambang Tris Bintoro (Foto: Asep Ruslan)

Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UMKM Kadin Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro, menyambut baik terkait pernyataan dari Ketua Baznas Kota Bandung.

“Kadin Kota Bandung siap menjadi mitra strategis Baznas Kota Bandung, kami siap berkolaborasi dalam konteks pemberdayaan melalui pembentukan "Program Inkubasi Usaha Super Mikro" di 30 Kecamatan di Kota Bandung. Pada program ini nantinya ada tahapan seleksi administrasi dan wawancara, case conference, pelatihan-pelatihan dan tahapan-tahapan lainnya hingga diadakan monitorong dan evaluasi sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kadin Kota Bandung terhadap UMKM, dan dalam pelaksanaannya nanti berkoordinasi dengan pihak kecamatan,” ujarnya.

Editor: Administrator

Bagikan melalui:

Komentar