• Jumat, 26 Februari 2021

Coffee Monday Acara Curhatnya UMKM Binaan Kadin Kota Bandung

Coffee Monday Acara Curhatnya UMKM Binaan Kadin Kota Bandung Asep Ruslan Ketua Kadin Kota Bandung Ir. Iwa Gartiwa, MM bersama UMKM peserta Coffee Monday

KADINBANDUNG.COM - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung untuk keenam kalinya di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pandemi Covid-19, kembali gelar acara Coffee Monday di Aula Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31  Kota Bandung, Senin (7/12/2020). 

Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung, Ridwan Kurniawan  yang bertindak sebagai MC,  mengawali acara dengan mengingatkan dan memberikan informasi kepada semua peserta untuk disiplin 3 M dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak tidak berkerumun. 

Bahkan Pemerintah Kota Bandung kembali telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional selama 14 hari sejak 4 Desember 2020, karena Kota Bandung kembali masuk kedalam Zona Merah, bahkan kondisinya lebih parah dari sebelumnya.

Untuk itu Ketua Kadin Kota Bandung Ir. Iwa Gartiwa, MM telah mengintruksikan agar jumlah peserta pelaku UMKM hanya dibatasi 15 orang saja,  sementara peserta waiting list sudah mencapai 100 orang peserta.

Ketua Kadin Kota Bandung Ir. Iwa Gartiwa, MM bersama narasumber (Foto: Asep Ruslan)

Narasumber terdiri dari jajaran Dewan Pengurus Kadin Kota Bandung, yaitu Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM., Wakil Ketua Bidang UMKM, Koperasi dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro, Komite Tetap MICE dan Promosi Usaha sekaligus Koordinator “Coffee Monday”, Drs. Ilwan Syahwildan, Komite Tetap Waralaba dan Kemitraan, Bhakti Desta Alamsyah, dan Area Micro Pawning Manager Bank Syariah Mandiri (BSM), Andy Sukmana dan Pawning Officer BSM, Muhammad Ali Hanafiah.

Acara dihadiri 15 orang pelaku UMKM dari berbagai komunitas, seperti UMKM Bumi Alumni Unpad, Paguyuban Siliwangi, Angklung Raos, dll. Juga turut hadir Pemimpin Redaksi Majalah Bulanan Kadin Kota Bandung, Media Online Kadinbandung.com dan Kadin Bandung TV, Asep Ruslan.

Pengurus Kadin Kota Bandung bersama peserta UMKM (Foto: Asep Ruslan)

Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM saat membuka acara sekaligus menyampaikan sambutan mengatakan.

“Kegiatan Coffee Monday ini tetap berlangsung walaupun saat ini Kota Bandung masuk lagi ke Zona Merah dampak Covid-19, tapi dengan tanpa mengurangi ketaatan kita tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dan mengurangi jumlah peserta.   Bukannya kita tidak takut dengan Covid-19, karena  ekonomi  tetap harus  berjalan, dan kita sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19  serta Pemerintahan Kota Bandung bahwa kegiatan ini tetap berjalan,” ujar Iwa Gartiwa.

Iwa Gartiwa bersama UMKM dan aneka produknya (Foto: Asep Ruslan)

Iwa Gartiwa menyampaikan bahwa acara “Coffee Monday” ini adalah merupakan sesi curhatan para UMKM. Silahkan UMKM untuk menyampaikan curhatan permasalah-permasalahan usahanya, dan Kadin Kota Bandung menampung permasalahan mereka, berdiskusi bersama untuk mencarikan solusi pemecahan masalahnya dengan menghadirkan berbagai narasumber.

Dirinya berharap,  UMKM  harus bisa mengikuti perubahan, cara pemasaran yang selama ini hanya offline harus juga dengan cara online, kemasan dan produksi ditingkatkan dari segi kualitas.

“Perizinannya juga harus dilengkapi, seperti  PIRT, BPOM, Merek Dagang, Sertifikasi  Halal.  Selain itu UMKM harus masuk komunitas usaha dan harus ada tempat diskusi/mengadu, harus punya guide, untuk bisa sharing pengalaman, dan usaha yang kita punya harus jadi kebanggaan, harus menjadikan  brand yang melekat pada diri kita,” tuturnya.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab  dari peserta ke narasumber, banyak yang bertanya terkait perizinan produk : PIRT, MD, SNI, dan tentang strategi pemasaran. Terakhir mereka bertanya mengenai  akses permodalan, yang kali ini tentang  Gadai Emas dan investasi Emas di saat  Pandemi yang disampaikan narasumber dari Bank Syariah Mandiri (BSM). 

Bank Mandiri Syariah Andy Sukmana, Muhammad Ali Hanafiah bersama Asep Ruslan (Foto: Asep Ruslan)

Bhakti Desta Alamsyah, menyampaikan informasi yang menggembirakan bagi UMKM. “Kadin Kota Bandung bekerjasama dengan Balee  Gazeebo dan Aplikasi UMKamu akan memberikan fasilitas untuk UMKM bisa memajangkan produknya, dan akan memilih 60 produk UMKM, dengan ketentuan  satu pengusaha satu produk, untuk kemudian dirangking dalam tiga katagori,” terang Desta.

Menurut Desta, tiga katagori itu yaitu 1). Display Atas, jika perizinan lengkap, pakaging lengkap dan bagus , sudah ada di Grabfood/Gojekfood, sudah ada Instagram; 2). Display Tengah, kurang lengkap pesyaratannya dari yang didisplay atas, dan 3). Display Paling Bawah, adalah yang kelengkapan persyaratannya lebih kurang lagi. 

Juga untuk rak pertama yang penjualannya paling tinggi, sedangkan rak kedua dan ketiga adalah yang masing-masing kurang penjulannya dibandingkan rak diatasnya. 

H. Rustam Hutabarat dan Iwa Gartiwa bersama produk UMKM (Foto: Asep Ruslan)

Sebelum acara ditutup, Ketua Kadin Kota Bandung menyampaikan informasi baru menerima tamu dari Atase Perdagangan Jerman yang membutuhkan produk Tahu untuk dikirim ke Jerman. “Ini peluang buat UMKM Tahu dari Cibuntu untuk bisa dibawa kesana, tapi harus dulu diperbaiki segala aspeknya yang memenuhi standar permintaan Jerman,” terang Iwa Gartiwa.

Di penghujung acara Ridwan Kurniawan mengatakan. “Semua ilmu yang sudah disampaikan dalam acara ini harus diimplementasikan, walaupun sedikit, sekecil apapun  usahakan dimplementasikan dalam usahanya masing-masing,” tutur Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung.

Editor: Asep Ruslan

Bagikan melalui:

Komentar