• Selasa, 28 September 2021

Kamis Manis Ngobrol Bisnis BRANDING On BRANDED

Kamis Manis Ngobrol Bisnis BRANDING On BRANDED Ridwan Kurniawan Iwa Gartiwa Ketua Kadin Kota Bandung saat memberikan sambutan

KADINBANDUNG.COM - Masih dalam kondisi pandemi covid-19 Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung kembali mengadakan acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis dengan tema “Brading On Branded”, bertempat di Aula Graha KADIN Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung , menghadirkan narasumber Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa, Komite Waralaba dan Kemitraan Kadin Kota Bandung, Bhakti Desta Alamasyah dan Ketua Bagian Hukum DPD APJI Jabar, Uben Yunara, Kamis, (28/1/2021). 

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM ketika membuka acara sekaligus memberikan sambutannya dalam acara ini mengatakan.

“Kita saat ini masih dalam masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) namun kita tetap konsisten melaksanakan kegiatan Kamis Manis Ngobrol Bisnis yang sudah memasuki kegiatan yang ke-24 dengan tetap skema protokol, dan mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan dan acara ini juga punya manfaat untuk para pengusaha, ayo kita sama-sama berjuang, sama-sama berusaha”, ujar Iwa.

“KADIN ini adalah amanah dari Undang-Undang No.1 Tahun 1987, KADIN bukan pemerintah, KADIN adalah wadahnya para pengusaha. Pada tahun 1969 didirikan hubungan dagang antar Fungsi dan peran KADIN sebagai fasilitator, koodinator dan motivator, sedangkan anggota KADIN adalah dunia usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta dan juga koperasi”, demikian terang Iwa. Ditambahkannya KADIN ini anggotanya terdiri dari anggota biasa dan anggota luar biasa, Asosiasi-asosiasi yang ada di Kota Bandung dan Jawa Barat ini seperti PHRI, APINDO, adalah aanggota luar biasa KADIN, dan BUMN seperti PT. PINDAD, PT.LEN juga anggota luar biasa KADIN Kota Bandung. Jadi peserta disini jika mendaftar menjadi anggota KADIN, kedudukannya sama dengan BUMN”, tambahnya.

Peserta Kamis Manis Ngobrol Bisnis (Foto: Ridwan Kurniawan)

"Kadin Kota Bandung kerjasama dengan Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) dan Kejaksaan Negeri Bandung diberi amanah untuk menyalurkan dana bantuan modal usaha total sebesar 475 milyar dengan bunga lunak bagi UMKM melalui Koperasi, dan yang menjadi kerinnganannya lagi tanpa BI checking, bukan kita mau menghindari dari aturan perbankan, tapi utuk ditunda, ini merupakan jawaban dari keluhan-keluhan para pelaku usaha mengenai permasalahan permodalan yang sering disampaikan di acara-acara Coffee Monday maupun Kamis Manis Ngobrol Bisnis, kita harus ngotot supaya dana itu bisa kita serap, kalau yang sekarang berhasil terserap, kedepan akan ditambah lagi anggarannya, jangan jadi jangan sampai dananya dipindahkan ke daerah lain”, ungkap Iwa.

“Bagi peserta yang berminat untuk mengajukan pinjaman modal usaha dan belum menjadi anggota koperasi silahkan menginduk ke koperasi yang sudah disediakan oleh Kadin Kota Bandung, untuk teknisnya hubungi Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung, Ridwan Kurniawan”, terang Iwa. Masih menrut Iwa “ Yang terpenting UMKM ataupun Koperasi jangan segan-segan untuk bertanya apabila menemui permasalahan dalam proses pengajuan Dana Program LPDB ini, harus banyak bertanya, apa kesulitannya cari solusi ke tim dari Kadin atau ke pihak yang kompenten dengan masalah yang menjadi kendalanya”, terang Iwa.

Peserta Kamis Manis Ngobrol Bisnis (Foto: Ridwan Kurniawan)

Masih kata Iwa, kita ingin memajukan koperasi, dan yang penting ingin menghilangkan ketergantungan pelaku usaha kepada “Bank Emok” yang sekarang sudah lebih giat lagi ke sistem, kita berjuang untuk mencarikan solusi, sebenarnya sudah ada juga yang menawari dana dari Bank Mandiri 30 milyar dan Jabar Ventura sebesar 40 milyar untuk disalurkan ke UMKM tapi dengan syarat memakai agunan dan BI Checking.

Iwa Gartiwa juga menyampaikan bahwa Kadin Kota Bandung saat ini telah ditunjuk sebagai Wakil Ketua Pelaksana Harian Satgas Program Pemulihan Ekonomi Kota Bandung, dananya cukup besar 94 milyar.

"Mudah-mudahan kita bisa mengawal prosesnya, kita kawal terus, agar dananya bisa untuk program-progranm yang bisa menyentuh kebutuhan UMKM. Kita harapkan pelaku usaha di kota Bandung ini terus meningkat, grafiknya bisa naik, karena angka pertumbuhan entreprener yang tinggi salah satu indikator kalu kota itu maju”, pungkasnya.

Iwa Gartiwa bersama UMKM Binaan Kadin Kota Bandung (Foto: Ridwan Kurniawan)

Ketua Bagian Hukum DPD APJI Jabar sekaligus pemilik PT. Alam Paris Nusantara yang bergerak dalam bidang trading dan kontraktor, Uben Yunara memaparkan tentang peluang-peluang usaha yang akan cukup terbuka a pada pasca pandemi covid-19.

“Sebenarnya sebelum pandemi usaha kita mulai terseok-terutama dalam bidang tekstil dan prosuk tekstil (TPT), meliputi penjual kain dan buka usaha garment , dan skala rumah tangga atau usahai rumahan yang kita kenal sebagai konveksi, salah satunya memproduksi kain utuk bed cover, di indonesia, pabriknya di surabaya Jawa Timut yang produksinya se-Indonesia tidak lebih dari 5000 meter kain tiap bulannya, dengan harga jual Rp 17 -18 ribu per meter dari pabrik, sementara produk dari cina di jual di kita dengan barang yang sama sudah sampai ke pedagang hanya Rp 12 ribu, contoh lain produk handuk , produk kita harga jual 25.000 rupiah, sementara produk dari Cina dengan barang dan kualitas yang sama bisa dijual hanya 8.000 rupiah, ini baru contoh kedua produk itu saja, belum produk=produk lainnya, ini adalah situasi riil utk sektor sandang, sebelum pandemi kita sudah direpotkan dengan situasi yang sangat berat seperti ini, persaingan dengan prduk Cina, ditambah denga kondisi pandemi sekarang” tutur Uben Yunara

“Jadi sekarang perusahaan besar banyak yang mengurangi karyawan 70 sampai 80 persen, jam operasionapekerja juga dikuran, bergilir antar karyawan yang masuk kerja berkala 1 -2 minggu sekali, bahkan banyak juga yang sudah mem-PHK-kan karyawannya, jadi kalu kita akan membuka usaha di sektor teksti akan sangat berat”, ujar Uber.

Lebih lanjut Uben Yunara mengatakan, setelah pandemi usaha TPT kita bisa lebih baik dari Cina sebagai pesaing kita selama ini, karena Cina pada saat pandemi usahanya di bidang TPT mulai jatuh, dikarenakan upah terlalu tinggi dan ternyata covid di Cina yang dikatakan sudah reda padahal kenyataan masih ada, dan kondisi ini juga sangat berpengaruh, sekarang malah pengusaha Cina mulai berbondong-bondong masuk ke Indonesia terutama ke daeran Subang dan Kabupaten Bandung.

“Sedangkan usaha di bidang pertanian, menurut keterangan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tahun 2021 sampai tahun-tahun berikutnya akan kekurangan pangan, ini menjadi peluang untuk yang akan membuka usaha di bidang pertanian," tuturnya.

Menurut Uben, usaha di bidang ksehatan saat ini sedang booming, salah satu contoh untuk produk minuman jahe merah atau empon-empon untuk meningkatkan daya imun tubuh, bagi kita yg kreatif bisa memanfaatkan moment pandemi ini untuk membuka usaha ini.

“Untuk sektor makanan yang terpenting prokes dipakai, tingkatkan yang menjadi kekhasan atau ciri khas atau keunikan produk untuk meningkatkan daya tarik pasar, selanjutnya menajamkan konsep pengembangan usahanya, mudah-mudahan dengan dana bergulir dari LPDB bisa membantu untuk mengembangkan usaha, sehngga konsep saling tulungan antar pengusaha bisa ditingkatkan, bisa direalisasikan, karena konsep koperasi selama ini koperasi bnayak yang gulung tikar, dengan konsep arisan juga kurang berhasil, saatnya sekarang dengan konsep saling tulungan,” ungkapnya.

Peserta Kamis Manis Ngobrol Bisnis beserta pengurus Kadin (Foto: Ridwan Kurniawan)

“Untuk masa depan yang punya peluang besar, usaha yang paling pesat adalah di sektor IT, terutama aplikasi. Di Jawa Barat dianggarkan 100-150 milyar per tahun melalui Bumdesmart, kita harus ambil bagian dari itu, karen pasarnya ada di kita, sedangkan untuk 27 Kota Kabupaten anggarannya 2,7 trilyun, kita harus berebut bagian dari peluang ini, agar usaha kita tidak kecil terus, supaya bisa naik”, pungkas Uben Yunara.

Editor: Ridwan Kurniawan

Bagikan melalui:

Komentar