• Selasa, 13 April 2021

FASILITASI PEMBERDAYAAN UMKM

SMK SAHABAT UMKM

SMK SAHABAT UMKM Administrator

Ketua KADIN Kota Bandung Iwa Gartiwa membuka acara Coffee Monday pada hari Senin, 1 Februari 2021 di Aula Graha Kadin Kota Bandung , Jalan Talaga Bodas No. 31 Bandung.  Narasumber yang dihadirkan dalam acara ini adalah Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa, Wakil Ketua Bidang UMKM dan Kemitraan Bambang Tris Bintoro, Koordinator Acara Cooffee Monday sekaligus sebagai Komite Tetap Bidang MICE dan Promosi Usah, Drs. Ilwan Syahwildan,  dan Komite Tetap Waralaba dan Kemitraan, Bhakti Desta Alamsyah. Acara dipandu oleh Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung, Ridwan Kurniawan

Dalam saambutannya di acara Coffee Monday ini Iwa Gartiwa mengatakan bahwa acara ini merupakan curhatan, dialog serta pertanyaan-pertanyaan yang menjadi masalah serta outputnya apa bagi UMKM merupakan acara rutinitas setiap hari Senin,  tetap kita  dilaksanakan meskipun masih dalam PPKM yang seharusnya meredam kegiatan, namun dengan tidak megabaikan Protokol Kesehatan, 3M, Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak tetap berlangsung, karena penanganan covid-19 tidak  harus membuat kegiatan ekonomi terhenti, apa yang kita dorong apa yang kita manfaatkan untuk mengembangkan umkm harus tetap jalan.

Iwa Juga mengatakan pada saat sekarang  ini semua orang mengalami kesulitan yang sama pada usaha, apalagi di bidang perhotelan benar-benar jatuh.  “Kita harapkan dengan kegiatan Coffee Monday dan Kamis Manis yang KADIN Kota Bandung lakukan semoga bisa membuat usaha UMKM berkembang , bisa merekrut karyawan.

Lebih lanjut Iwa menyampaikan bahwa “Kadin Kota Bandung kerjasama dengan  Kejaksaann Negeri Kota Bandung dan LPDB ( Lembaga Pengelolaan Dan Bergulir) untuk  menggulirkan Dana Bantuan Bergulir melalui Koperasi, tolong manfaatkan ini, jika sudah ada koperasinya bawa ke KADIN, syaratnya sudah satu kali RAT, besanya pinjaman sesuai dg kebutuhan tapi harus realistis.  Ini peluang, untuk UMKM kota Bandung dana yang akan disalurkan sebesar 475 milyar. Harus segera ajukan porposalnya , dan peserta yang hadir kali ini adalah yang beruntung mendapatkan informasi seperti ini, untuk jelasnya bisa menghubungi Direktur Eksekutif, Ridwan Kurniawan”, ujar Iwa Gartiwa

Terakhir Iwa mengucapkan terima kasih kepada Edy owner “Rujak Mang Edi”, perwakilan dari Koperasi, Tonton dan dari PPP,  Adang yang setia hadir dan mendukung dalam acara Coffee Monday ini.  Iwa juga berharap “Kita semua tetap sehat, saling mendoakan  dan sukses bersama”, Pungkasnya.

Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung, Ridwan Kurniawan selanjutnya  menyampaikan informasi untuk peserta yang untuk permodalan dari LPDB, untuk usaha yang sudah ada sekarang yang akan dikembangkan silakan dibuat proposalnya dan segera diajukan, dan harus dalam wadah koperasi”, demikian jelasnya.

Koordinatoor acara Coffee Monday, Ilwan Syahwildan dalam sambutannya menyampaikan  bahwa “Kita harus tetap semangat dan tetap menerapkan Prokes karena kita dipantau, supaya acara ini tidak dihentikan, jika ditemukan pelanggaran kita bisa kena sanksi acaranya dihentikan, kita ingin acara ini terus berjalan jadi  upayakan tidak mengabaikan Potokol Kesehatan”, ujarnya.

Selanjutnya Ilwan menyampaikan permasalahan-permasalahan diajukan oleh peserta diantaranya pertanyaan dari Rini yang menanyakan cara mengelola pegawai/karyawan dan cara menghitung anggaran untuk biaya pegawai, dari Euis  Sukaesih yang bertanya apakah PNS boleh ikut acara ini dan punya usaha, bagaiman menentukan harga jual dan cara memasarkan yang baik ditanyakan oleh Aisyah, Penolog Clothing yang menanyakan mengenai langkah usaha apa yang harus dilakukan dalam mengurus perizinan dan hak paten, bagaimana mencari akses untuk mendapatkan supplier, bisakah mendapatkan tips terbaik  utuk usaha, juga masalah perizinan PIRT dan permodalan yang ditanyakan oleh Yudi Wahyudi pengusaha kopi, juga Neneng yang ingin mendapatkan penjelasan tentang kemasan, promosi dan permodalan, selanjutnya sarah yang bertanya tentang pelatihan pemasaran online, Marketplace, dan Maman dari “Aki Toloheot” serta Didin Gahana yang berjualan Kacamata yang bertanya tentang  solusi untuk meningkatkan penjualan online, terakhir Yeni Andriani yang mempertanyakan apa yang dilakukan dan peran Kadin dalam pemberdayaan UMKM, masalah permodalan yang ditanyakan oleh Sulastri dan Irfan Fahri yang mempunyai star-up yang membantu UMKM  dalam membuat desain dan mempertanyakan apakah bisa kerjasama dengan Kadin Kota Bandung” demikan papar Drs. Ilwan Syahwildan.

Iwa Gartiwa menjawab pertanyaan dari Irfan Fachri, “Kadin adalah produk Undang-Undang No.1 Tahun 1987, Anggota Kadin adalah perusahaan swasta, perusahaan pemerintah dan koperasi, jadi untuk usaha Irfan dapat diidentifikasi masuk ke kategori mana, jadi bisa berkolaborasi dengan KADIN dalam pendampingan UMKM dalam desain., ujarnya,

Selanjutnya Iwa  juga mnegatakan bahwa KADIN tidak mendapat sedikitpun dana dari APBD, kita mandiri untuk melakukan pembinaan UMKM, kita tidak memakai dana pemerintah, kita udutan dari anggota dan interant KADIN, sistemnya kita  saling bantu, jadi silaka untuk ditunggu kolaborasinya”, demikan urai Iwa Gartiwa.

 

Lebih lanjut Bambang Tris bintoro yang menjadi narasumber pada acara ini menjelaskan bahwa “Kebanyakan permasalahan UMKM tidak terlepas dari 4 aspek, yaitu aspek pemasaran, aspek perizinan, aspek produksi dan SDM serta aspek Financial”, ujarnya

“Kita menjadi pengusaha pendapatan kita tidak pasti, bisa untung atau rugi, oleh karena itu kita harus punya peneloaan yang baik, termasuk dalam pengelolaan karyawan/pegawai, ada bebebrpa tips yang harus dilakukan, agar karyawan bisa produktif, dan kebutuhan dia terpenuhi, yaitu : Anggpap pegawai sebagai mitra kerja, kemudain memberika insentif yang membuat mereka termotivai untuk meningkatkan kinerjanya, dan sebagai bisnis owner  harus bisa menjalin hubangan emosionaml dengan karyawan/pegawai, kedepan kita akan buat khusus pelatihan tetang ini”, jelas Bambang Tris Bintoro.

“Sedangkan untuk strategi pemasaran kita harus tahu besaran pasar , segmen pasar, dan target pasarnya kemana.  Untuk Paten itu seperti hak cipta lagu, resep produk, untuk usaha perizinan harus ada NIB untuk pembuatan Badan Hukum, dan yang penting harus punya Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kecamatan”,  tutur Bambang Tris Bintoro.

Mengenai akses ke supplier, khususnya untuk produk pakaian bayi dan perlengkapan bayi di Bandung seperti usaha yang dijalankan penanya, , akses ke supplier harus ada SNI-nya, jika tidak ada  bisa dirazia oleh kepolisian, jadi cari supplier yang produknya sudah terdaftar SNI”, tambahnya.

‘Mencari supplier atau distributor yang mudah adalah dengan  mengamati langsung ke pasar dimana supplieri ada disana dan cari yang pengirimannya yang paling besar,  dekati dia , ada sales dan supervisornya deketi dan kemudian adakan pembicaraan, langsung tindak-lanjuti, kejar terus,  karena supplier  itu harus dikejar, datangi kantornya.  Supllier yang baru biasanya barang tidak bis konsinyasi, barang tidak bisa jatuh tempo, untuk  kita harus bangun kepercayaan dengan supplier”, dikatakan Bintoro.

“Masalah permodalan bisa manfaatin LPDB maupun PKBL BUMN, dan utuk pak pengajuan pembiayaan harus hati-hati, pengajuan harus sesuai dengn kebutuhan, harus ada rencana usahanya, chasflownya jelas”, tambah Bambang Tris Bintoro..

Sebagai pendamping UMKM bantu dengan membuat profeling data UMKM, kumpulkan  nama, jenis usaha, alamat, nomor KTP, omzet, kebutuhan modalnya berapa, kemudian bisa diajukan ke program permodalam PKBL maupun LPDB, tapi induknya harus koperasi”, tuturnya lagi. 

Bambang Tris Bintoro juga menjelaskan” Salah satu nilai jual produk pangan adalah dengan terdaftarnya usaha tersebut pada Dinas Kesehatan sebagai lembaga yang paling berwenang dalam urusan uji edar makanan.   Konsumen tentu akan lebih aman karena produk yang mereka beli sudah terdaftar secara legal izinnya yang dikeluarkan pemerintah yang ditunjukkan dengan 15 digit nomor PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).  Untukyang sedang mengusung usaha pangan sebagai produknya perlu kiranya hal ini sebagai prioritas. selain sebagai komitmen dalam berwirausaha secara total juga menjadi jaminan bahwa usaha rumahan makanan yang dijual memenuhi standar keamanan makanan.

Keuntungan lainnya adalah dapat membuka ruang kerjasama lebih luas dengan pihak-pihak untuk memamsarkan produk yang kita jual.  Oleh karena itulah mengenai tata cara mengajukan PIRT yang ternyata tidak sesulit yang dibayangkan.  Untuk mendapatkan nomor PIRT cukup datang ke Dinas Kesehatan di tempat masin-masing wilayah, dengan memenuhi persyaratan yang diwajibkan yaitu, mengisis formulir pedaftaran, yang mencakup nama perusahaan, alamat perusahaan, Nama pemilik, alamat pemilik, Nama produk, jenis produk, proses pembuatan, jenis kemasan, komposisi, design kemasan, kemudian foto copy KTP, pas foto  3x4 sebanyak 2 lembar, surat keterangan usaha dari puskesmas setempat , biasanya dikeluarkan setelah petugas meninjau lokasi usahanya, dan menyertakan dena lokasi usaha, selanjutnya membuat contoh draf label produk yang mencakup : Nama produk, merek, nama produsen, alamat produsen, komposisi, netto atau isi bersi,  tanggal kadaluarga, kode produksi dan nomor PIRT., dan yang terakhir adalah stempel usaha.

Ditambahkannya, ”Wajib mengikuti pemyuluhan keamanan pangan dari Dinas Kesehatan, penyuluhan ini bersifat kolektif, yaitu dilaksanakan jika peserta sudah memenuhi kuota sebanyak 20 orang.  Materi penyuluhan yang diberikan anatara lain :  cara memiiih bahan mentah dan bahan tambahan pangan, pedoman cara produksi pangan yang baik untuk izin PIRT atau industri rumah tangga, penyaki-penyakit akibat pangan, higienis sanitasi penolahan pangan dan karyawan, undang-undang dan pengawasan pangan, pengendalian proses dalam pengolahan pengan, tata cara penyelenggaraan sertifikasi produksi pangan atau PIRT, kontaminasi silang dan cara mengatasinya, mikroba dan kerusakan mikrobiologisnya”, jelasnya lagi.

“Petugas puskesmas akan melakukan survey lapangan guna mengeluarkan Surat Keterangan Usaha. Survey dan pengecekan ke lokasi usaha tersebut bertujuan  untuk melihat proses produksi serta bahan-bahan yang dipergunakan.  Jika memang dibutuhkan sample panganpun akan diteliti dengan uji laboratorium. Jika semua tahap yang dileawti sudah sesuai dengan prosedur, nomor PIRT akan keluar dalam waktu kurang lebih2 minggu.  Peserta pengajuan PIRT akan mendapatkan 2 sertifikat, yaitu sertifikat penyuluhan  dan sertifikat PIRT. Dari sanalah produk anda otomatis sudah terdaftar secara legal di Dinas Kesehatan dan  wajib diperbaharui setiap 5 tahun sekali., semua prosesnya gratis dan tidak dipungut biaya sama sekali, jika mengikuti program gratis dari pemerintah, tapi jika mengikuti program mandiri akan dikenakan biaya, bisa menghubunga Nonon dari Kadin Bandung Bisnis Center jika ada yang ingin mengurs izin PIRT” , jelas Bambang Tris Bintoro.

Selanjutnya Bhakti Desta Alamssyah menguraikan tentang pemasaran online, “Kita mulai sekarang harus sudah beralih ke whatsapp business , jangan yang whatsapp biasa, karena banyak keuntungan yang akan diperoleh jika kita menggunakan Whatsapp Business, bisnis kita akan lebih mudah dan efektif, untuk lebih detainya perlu diaadakan pelatihan khusus tentang marketing onlne dan marketplace, kita Insya Allah akan jadwalkan sesuai kebutuhan UMKM” tutur Bhakti Desta Alamsyah

Dalam kesempatan acara Coffee Monday kali ini Tim Guru dari SMKN 3 Kota Bandung, yaitu Nina, Rina dan Yunita menyampaikan presentasi tentang program “SMK Sahabat UMKM” yang  tujuannya menawarkan kerjasama dengan Usaha UMKM dalam bentuk edukasi dan bimbingan oleh siswa/i kelas 11 SMKN 3 Kota Bandung kepada UMKM yang membutuhkan bimbingan manajemen keuangan, seperti penentuan harga jua., penentuan BEP, penetuan HPH, pembuatan laporan keuangan dan chasflow, disamping itu bisa untuk dibuatkan logo perusahaan atau produk, managemen pariwisata dan kompetensi lainnya yang ada di SMKN 3  Kota Bandung, semuanya gratis, tidak berbayar,  hanya untuk keperluan Praktek Kerja Lapangan (PKL) siswa/i dan digunakan untuk membantu UMKM dalan menjankan bisnisnya”, jika memerlukan silahkan menghubungi kami di Jalan Solontingan No. 10 Kota Bandung”,  demikan pungkas Rina

Editor: Ridwan Kurniawan

Bagikan melalui:

Komentar