• Selasa, 13 April 2021

KAMIS MANIS NGOBROL BISNIS

Duit Or Do It

Duit Or Do It Hendra Saogi

KADINBANDUMG.COM - Dengan ucapan Bismillahirrohmanrirohim, Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa membuka acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis  dengan tema “Duit or Do It” pada hari Kamis, 4 Februari 2021, di Aula Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung.  Acara kali ini di Moderatori oleh Ridwan Kurniawan sebagai Direktur eksekutif Kadin Kota Bandung dengan diisi oleh narasumber dari jajaran pengurus Kadin Kota Bandung, yaitu Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, Wakil Ketua Bidang UMKM dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro, Komite Tetap Bidang Konsumen sekaligus Ketua DPC IWAPI Kota Bandung, Ega Megantari, dan Komite Tetap Bidang Waralaba dan Kemitraan, Bhakti Desta Alamsyah.  

Peserta KAMIS MANIS Ngobrol Bisnis

Bhakti Desta Alamsyah mengawali acara dengan memberikan informasi  tentang kegiatan rutin yang dilakukan oleh Kadin Kota Bandung, yaitu Coffee Monday dan Kamis Manis Ngobrol Bisnis, setiap hari Senin dan Kamis, serta media yang dimiliki Kadin Kota Bandung seperti Majalah Entrepreneur Kadin Kota Bandung, KadinBandung TV, KadinBandung Youtube, Instagram Kadin Kota Bandung , dam Facebook KADIN Kota Bandung.   

Selanjutnya Direktur Eksekutif Kadin Kota Banudng, Ridwan Kurniawan yang bertindak sebagai pembawa acara, manyampaikan bahwa acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis ini sudah memasuki episode yang ke-27 , dan peserta yang hadir semuanya baru, jadi tidak monoton setiap minggunya, ujarnya ,  dan Ridwan pun berharap peserta dapat mengimplementasikan dan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dari pelatihan ini kedalam usahanya masing, masing, karena jika tidak diterapkan dalam usahanya  tidak akan menjadi apa-apa juka tidak diaplikasikan”,  tambah Ridwan. 

Pada kesempatan ini , Iwa Gatiwa dalam sambutannya mengatakan,” walaupun dalam suasana PPKM kita masih jalan melakukan kegiatan ini, mematuhi satgas covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3 M, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan. 

Peserta dan Narasumber Kamis Manis Ngobrol Bisnis

“Bahwa acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis ini sudah beberapa epison, dan ini komitmen Kadin Kota Bandung untuk terus melaksankan acara ini , juga acara Coffee Monday setiap Senin yang menampung curhatan permasalahn UMKM, dari keluhan UMKM tentang permodalan, Alhamdulillah sekarang  ada bantuan dana bergulir buat UMKM, jika UMKM ada yang membutuhkan permodalan  silahkan menghubungi Ibu Nonon di KBBC”, ujar Iwa Gartiwa. 

Ditambahkannya lagi “Program ini merupakan  kerjasama antara  LPDB, Kejaksaan Negeri Bandung dan Kadin Kota Bandung, dananya dari LPDB, dana bergulir dan disalurkan melalui koperasi , koperasi yang mempunyai usaha yang riil, selama ini mencari dana bantuan yang tanpa bunga tidak ada”, kelakar iwa Gartiwa, disambut dengan tawa riuh peserta. 

“Bunganya  murah, 3 % per tahun, mudah-mudahan bisa mendongkrak usaha UMKM, dan yang utamanya sekarang kita diberi kesehatan, diberi kemudahan untuk diberi rezeki.  Karena Kalau kita lihat sekarang usaha  perhotelan 92 persen karyawan yang di PHK, menambah  pengangguran baru,  sebagian lagi beralih  ke bisnis kuliner, kita harus bersyukur”, ujar Iwa. 

Iwa gartiwa / Ketua Kadin Kota Bandung dengan UMKM

lebih lanjut Iwa menambahkan “Supaya bisa bertahan  dalam usaha harus inovatif, kembangkan terus, berjejaring, karena yang umumnya usaha yang berhasil adalah yang silaturahminya  dijalin.   Misalnya teman , SD, SMP. SMA dan Kuliahan dijalin terus silaturahmi, marketnya lewat temen, dan temen itu kalau produk kita ada kekurangan akan memberikan kritik yang tulus”,  terangnya. 

Iwa Gartiwa kemudian menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini bisa bermanfaat, dan jangan lelah untuk mencari ilmu. “Sebenarnya UMKM ini  lebih hebat, karena UMKM bekerja mulai dari memikirkan soal  produksi, memasarkannya, memanage karyawannya, memanage keuangannya, jadi sebenarnya UMKM ini lebih pinter , makanya kalau sudah besar usahanya UMKM  ini akan sukses karena UMKM pada hakekatnya sudah mendalami ilmunya”, tutur Iwa Gartiwa. 

“Satu kelemahann dari UMKM yang selama ini kita amati adalah dalam bisnis plan atau perencanaan usahanya,” pungkas Iwa Gartiwa. 

Bambang Tris Bintoro menyampaikan materi tentang Entrepreneurship, menurut Bintoro “Bisnis itu yang pertama bagaimana kita berpikir, misal kita mau  bikin suatu prouk,  kita pikirkan produknya apa, variannya apa, pemasarannya bagaimana, permodalannya bagaimana, dan terus kita berpikir , dan sebagai pebisnis proses berpikir kita harus terus dilakukan dalam sebuah action”, tuturnya. 

“Sebagai seorang pengusaha harus kerja keras, tidak boleh lelah, berani mengambil resiko, dan tambahnya lagi. “kerja keras dan berani mengambil resiko yang tepat, jaraknya tipis sekali dengan keberuntungan”, tutur Bintoro menyampaikan suatu kalimat motivasi bisnis. 

Selanjutnya Bambang Tris Bintoro mengutarakan tentang “Anatomi seorang entrepreneur yaitu, banyak ide, punya kemampuan komunikasi , berpikir dan belajar terus-menerus, mempunyai visi /cara pandang, keyakinan tinggi, bermimpi tinggi dan tetap membumi, mencari investor, penuh semangat, mendengarkan suara konsumen, terus berjuang walaupun keadaan sulit”, jelasnya. 

Sementara itu Ega Megantari, mengatakan bahwa motivator saya adalah pak Bintoro, sebelum saya menjadi Ketua DPC IWAPI Kota Bandung menyampaikan tentang DUIT, dalam etimologis itu bentuk dari jenis mata uang kepingan di jaman dahulu kala, bentuknaya semacam logam, dan secara harpiah artinya sama adalah kepingan.  Saat ini dalam perkembangananya DUIT itu adalah bentuk prestasi diri kita masing-masing.  Filosofi tentang duit untuk mmontivasi diri kita , iayi D nya adalah Doa,  , U adalah Usaha dan Iktiar, doa kita hariis didkung dikolanpbisara dengn usaha dan ihktiar. 

Kadin Kota Bandung bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Bandung dan LPDB memberikan problem solving bagi UMKM dalam masalah permodalan dengan program dana bantuan bergulir dari LPDB di masa pandemi covid-19. 

Sebagai bentuk usaha dan ikhtiar, UMKM dituntut untuk kreatif dan inovatif.  pada saat doa,usah dan ikhtiar sudah dilakukan, tinggal tawakal.  Yang menjadi keluhan UMKM adalah permodalan padahal tidak semua berpaku modal, tanpa modal kita juga bisa memulai usaha dengan apa yang kita punya, terutama adalah dengan kreatifitas dsan inovasi kita bisa bikin usaha produk yang lain dari yang lain, dan kia manfaatkan kecanggihan teknologi dengan memasarkan secara online, karena secara umum kita minimal mempunyai handphone.   Yang terpenting adalah kita saling menyemangati, tetap berusaha untuk bisa bertahan di tengah pandemi ini” ujarnya. 

Materi DUIT or Do It  yang disampaikan oleh hakti Desta Alamsyah membahas tentang strategi kita memulai usaha, yaitu, usaha atau pun mau usaha tidak akan maksimal kecuali usaha itu kita sukai, jadi yang harus diperhatikan sebelum kita memulai usaha adalah : Temukan apa yang paling kita sukai; cari bantuan yang terdekat misalnya dengan fasilitas Handphone;  lakukan research atau penelitian, yaitu kenali pasar, apa yang sudah ada di daerah itu, apa yang sudah ramai, kompetitor siapa sajai, lihat peluang pasarnya; perkirakan modal yang diperlukan; cari pemodal,  setelah semuanya lengkap mulailah usaha sekarang juga”, ujarnya. 

Sesi pertanyaan salah satunya dari peserta yang bernama  Rivaldi yang mempunyai usaha di bidang  F&B, ingin mengetahui sebelum  membuka ofline store apa saja harus diulakukan, demikian tutu Rivaldi.

Untuk pertanyaan ini Bhakti Desta Alamsyah memberikan jawaban “Offline store adalah toko fisik, pada saat pandemi ini ada kenginan untuk buka toko ofline adalah suatu keistimewahan, karena pada saat sekarang umumnya orang menutup toko fisiknya dan beralih ke toko online, tapi apa yang dilakukan Rivaldi ini menunjukkan bahwa dia,  sudah melakukan reasearch, sudah punya engagement dengan teman-temannya, karena kunci usaha adalah mempunyai  komunitas,   mempunyai loyalitas dan mempunyai ikatan,  maka ujungnya harus ada royalti yang terjalin 

Dengan membukausaha offline maka resikonya harus bayar sewa tempat, bayar pegawai, biaya operasional, biaya operasinal  lain-lain, jadi penting sudah punya komunitas dan engagement, jika tidak punya ,  lupakan untuk usaha offline di masa pandemi ini”, ujar Desta 

Pemaparan selanjutnya dari Tim Guru dari SMKN 3 Kota Bandung, yaitu Wawan, Euis  dan Yurita menyampaikan presentasi tentang program “SMK Sahabat UMKM” yang  tujuannya menawarkan kerjasama dengan Usaha UMKM dalam bentuk edukasi dan bimbingan oleh siswa/i kelas 11 SMKN 3 Kota Bandung kepada UMKM yang membutuhkan bimbingan manajemen keuangan, seperti penentuan harga jua., penentuan BEP, penetuan HPH, pembuatan laporan keuangan dan chasflow, disamping itu bisa untuk dibuatkan logo perusahaan atau produk, managemen pariwisata dan kompetensi lainnya yang ada di SMKN 3  Kota Bandung, semuanya gratis, tidak berbayar,  hanya untuk keperluan Praktek Kerja Lapangan (PKL) siswa/i dan digunakan untuk membantu UMKM dalan menlankan bisnisnya”, jika memerlukan silahkan menghubungi kami di Jalan Solontingan No. 10 Kota Bandung”,  ujar Wawan mengakhir pemaparannya.

Elin

Editor: Ridwan Kurniawan

Bagikan melalui:

Komentar