• Jumat, 26 Februari 2021

KAMIS MANIS NGOBROL BISNIS

Pranata PKPU Sebagai Solusi Keadaan Financial Distress Bagi Pelaku Usaha

Pranata PKPU Sebagai Solusi Keadaan Financial Distress Bagi Pelaku Usaha Administrator kegiatan Coffee Monday Bersama Ketua Kadin kota Bandung Iwa gartiwa

kadinbandung.com - Mengawali acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis, episode ke-28, Hari Kamis, 11 Februari 2021 bertempat di Aula Graha Kadin Kota Bandung,  Direktur Eksekutif KADIN Kota Bandung, Ridwan mengawali acara dengan memotivasi para peserta yang 75 persen merupakan muka baru untuk tetap semangat , dan   menginformasikan keberadaan media KADIN Kota Bandung, dengan Tag line Saling membeli, saling memasarkan dan saling membeli produk UMKM, seperti  KADIN BANDUNG TV, IG KADIN BANDUNG, FACEBOOK KADIN BANDUNG, website kadinbandung.com. Ridwan juga mengatakan pada kesempatan ini ada informasi dan penwaran dari SMKN 3 Kota Bandung tentang Prgram SMK Sahabat UMKM, yaitu program untuk membantu UMKM oleh siswa-siwi SMK dalam 4 kompetensi, yaitu Akuntasi,  Multi Media, Bisnis Daring dan pemasaran, serta  administrasi  Perkantoran, selanjutkan Ridwan mengharapkan agar peserta datang ke acara ini  ada ilmu yang diambil dan pulang ke rumah mengimplementasikan ilmu yang didapt  di  usaha masing-masing.

cara edukasi bagi UMKM dengan tema “ Pranata PKPU Sebagai Solusi Keadaan Financial Distress Bagi pelaku Usaha“ ini menghadirkan Narasumber Ketua KADIN Kota Bandung, Iwa Gartiwa, Wakil Ketua Bidang Koperasi, UMKM dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro,  dan seorang Advokat, Kurator, Asesor Kompetensi dan Mediator Non Hakim sekaligus Komite Tetap Pendidikan dan Pelatihan KADIN Kota Bandung,  Lingga Nugraha, serta Bhakti Desta Alamsyah, owner BestBrad yang juga sebagai komite Tetap Waralaba dan Kemitraan KADIN Kota Bandung.

“Dalam masa PPKM Mikro yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bandung didalam upaya mengurangi penyebaran Covid-19,  KADIN Kota Bandung berusaha tetap melaksanakan kegiatan rutin Kamis Manis Ngobrol Bisnis dengan menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan (3M), karena KADIN Kota Bandung tidak ingin kegiatan usaha para pelaku UMKM di Kota Bandung mati total di tengah pandemi ini, kita tidak ingin penanganan covid tapi mematikan ekonomi para pengusaha, khususnya UMKM” demikian yang dikatakan Ketua KADIN Kota Bandung, Iwa Gartiwa pada saat membuka acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis.

lebih lanjut Iwa Gartiwa juga mengatakan bahwa “UMKM itu hebat, karena mereka semua hal sendiri, mulai dari membuat produk, mengatur stock produk, marketing, mengatur keuangan, membuat laporan keuangan , memanage personalia, dan lain sebagainya , sehingga suatu hal yang bagus apabila nanti ada kerjasama SMKN 3 Kota Bandung untuk membantu UMKM dalami kompetensi yang dimiliki oleh SMKN3 Kota Bandung, ini bisa meringankan UMKM dan UMKM sendiri bisa belajar untuk lebih berkembang, dan ini bisa jadi pilot proyek yang bisa diikuti oleh SMK-SMK lainnya. prihr dan bisa dikuti oleh SMK-SMK lainnya”, ujar Iwa.

Pada kesempatan ini Iwa juga menyinggung tentang Dana pinjaman LPDB bagi UMKM dan Koperas, “Kadin Kota Bandung kerjasama dengan Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) dan Kejaksaan Negeri Bandung diberi amanah untuk menyalurkan dana bantuan modal usaha total sebesar 475 milyar dengan bunga lunaksebesar 3 %  bagi UMKM melalui  Koperasi, dan tanpa BI checking, bagi yang mau mengajukan silakan segera ke KADIN Kota Bandung”, jelas Iwa.

Sementara itu Kepala SMKN 3 Kota bandung, Euis  purnama dalam sambutannya menyampaikan Kadin Kota Bandung selaku penunjang pertumbuhan ekonomi di kota bandung  sungguh luar biasa dan saya sangat mengapresiasi, dan melalui gerbang KADIN  serta fasilitasi yang diberikan oleh sehingga kami bisa memperkenalkan pogram SMK Sahabat UMKMkepda UMKM di Kota Bandung” tutur Euis

Ditambahkan  Euis, “SMKN 3 Kota Bandung telah melakukan pembahasan MOU atau perjanjian kerjasama dengan Kadin Kota Bandung yang  dimaksudkan untuk meningkatkan kompetesi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Otomatisasi dan tata Kelola perkantoran, Multimedia, Bisnis Daring dan pemasaran, Usaha Perjalanan Wisata dan Manajemen Logistik serta kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan, dan melalui Program “SMK Sahabat UMKM”,  siswa-siswa dapat membantu usaha UMKM membutuhkan pendampingan yang terkait denag kompetensi keahlian tersebut, karena UMKM harus cerdas, harus bisa mendapatkan peluang dan kesempatan untuk kemajuan usahanya”, ujar Euis 

Selanjutnya Lingga Nugraha membahas masalah Pranata PKPU (Penundaan Kewajiban pembayaran Utang, yang merurut Lingga “Di saat pandemi covid 19 ini masalah PKPU menjadi lebih marak  karena dengan dunia usaha mengalami penurunan bahkan dalam beberapa sektor dalam kondisi lumpuh,  baik usaha besar maupun skala UMKM  sehingga menimbulkan permasalahn dalam masalah pembayaran utang ataupun penagihan piutang  antara kreditur dan Debitur  yang merupakan para pelaku usaha, orang menjadi susah membayar dan susah menagih” kata Lingga

“Adapun pranata yang mengatur hutang piutang  bisa menggunakan penyataan pailit dan penundaan kewajiban membayar hutang (PKPU),” lanjut Lingga

Lingga pun menyampaikan “ Dalam UU No. 37 tahun 2004 tentang Kepailitan mengatur tentang penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, yang dimulai dari Pasal 222. lebih lanjut yang dimaksud dengan Penundaaan Pembayaran utang adalah suatu masa yang diberikan oleh undang-undang melalui putusan hakim niaga dimana dalam masa tersebut kepada pihak kreditor dan debitor diberikan kesempatan untuk memusyawarahkan cara-cara pembayaran utangnya dengan memberukan rencana pembayaran seluruh atau asebagian utangnya, termasuk apabila perlu untuk merestrukrisasi utangnya tersebut.  Jadi penundaan kewajiban pembayaran utang sebenarnya merupakan sejemin moratorium, dalam hal ini legal moratorim’, terangnya

Sementara Bambang Tris Bintoro menyampaikan aspek penting dalam stategi  pemasaran, yaitu  menyangkut pemetaan pasar, segmentasi pasar, target pasar, dan besaran pasar , agar UMKM  punya rencaan bisnis yang jelas,: ujar nya.  Sementara Bhakti Desta Alamnsyah menyampaikan teknis penyususnan proposal untuk mendukung pengajuan  Dana Bergulir dari LPDB bagi UMKM dan Koperasi. Terakhir Ilwan Syahwildan menyampaikan tentang Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kadin Bermanfaat. 

Editor: Ridwan Kurniawan

Bagikan melalui:

Komentar