• Jumat, 26 Februari 2021

COFFEE MONDAY KADIN KOTA BANDUNG

Curhatan UMKM bersama Kepala Dinas Koperasi Atet Dedi Handiman

Curhatan UMKM bersama Kepala Dinas Koperasi Atet Dedi Handiman Laras Lestari Dalam sambutannya Atet Dedi Handiman mengatakan merasa sangat bahagia dan bangga bahwa KADIN Kota Bandung sangat peduli terhadap UMKM

KADINBANDUNG.COM - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Bandung, Atet Dedi Handiman membuka  acara Coffee Monday yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung pada hari Senin, 15 Februari 2021 di Aula Lt.1 Graha KADIN Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung. 

Kegiatan Coffee Monday (Foto: Hendra)

Dalam sambutannya Atet Dedi Handiman mengatakan merasa sangat bahagia dan bangga bahwa KADIN Kota Bandung sangat peduli terhadap UMKM.  Menurutmya UMKM ini 80 persen merupakan pendorong perekonomian  di Kota Bandung,  Jawa Barat dan nasional, dan di masa pendemi covid-19 ini UMKM terdampak sebanyak 80 persen, akibatnya kalau usaha UMKM sebagai pendorong ekonomi  ini mengalami penurunan maka akan berpengaruh terhadap indikator-indikator ekonomi di Kota Bandung, untuk itu diharapkan upaya–upaya seperti yang telah dilakukan oleh KADIN Kota Bandung bisa membuat UMKM cepat pulih, bangkit dan menggeliat kembali baik secara lokal,  regional maupun nasional.

Selanjutnya Atet mengatakan  komunitas-komuitas yang ada di KADIN Kota Bandung mendukung terbentuknya komunitas-komunitas lain, sebagaimana yang sedang dilakukan oleh Dinas KUKM Kota Bandung bekerjasama dengan PT. Pegadaian dan PT. Angkasa Pura.  Menurut data UMKM di Kota Bandung ini ada 60000 UMKM, ini diawali pada saat Program Penciptaan Wirausaha Baru pada masa Walikota Ridwan Kamil.  Database UMKM ini perlu diperbaharui dan diupdate terus, ketika adanya program-program bantuan dari pemerintah untuk UMKM, dengan adanya data yang terus diperbahaui akan tepat sasaran,  seperti program BLT UMKM tahun 2021 ini sudah sebanyak  240 ribu UMKM yang mengajukan, bantuan ini diberikan untuk usaha produktif,  dan pada tanggal 15-24 Februari 2021 Dinas KUKM akan diperiksa oleh Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) untuk penyaluran Program BLT UMKM,  jadi  dalam pelaksanannya BLT UMKM ini harus disalurkan dan dipergunakan untuk usaha yang benar-benar  produktif.   Selain bantuan tunai , Dinas KUKM juga memberikan bantuan fasilitasi dan pelatihan bagi UMKM, untuk bantuan pembiayaan lainnya yaitu dengan menghubungkan UMKM ke perbankan dan lembaga keuangan.

Atet Dedi Handiman juga mengatakan bahwa APBD Kota Bandung Tahun 2021 ini  harus recofus karena adanya prioritas penanganan covid-19, sehingga pembinaan UMKM kami bermitra dan bekerjasama dengan berbagai stakeholder termasuk dengan KADIN Kota Bandung, HIPMI,  Asosiasi-asosiasi,  dan lainnya, makanya dengan adanya komunitas-komunitas UMKM di berbagai stakeholder dapat lebih mempermudah dalam melakukan pembinaan, karena koordinasi  lebih mudah”, begitu ujarnya.

 

“ Dinas KUKM juga sedang  mengumpulkan data  pembinaan UMKM  memjadi suatu data yang terintegrasi agar menjadi leibh efektif dan efesien.   “Kalo anggarannya  nanti kita acaranya kita kemas lagi bersama KADIN Kota Bandung, berikut narasumber yang sudah kompeten baik dari Dinas KUKM maupun KADIN Kota Bandung.  Atet juga menyampaikan rasa senang karena KADIN Kota Bandung sekarang sudah melirik koperasi dengan adanya program bantuan dana bergulir bekerjasama dengan  LPDB untuk  koperasi, jadi UMKM yang ingin mengajukan harus membentuk dulu koperasi atau menjadi anggota koperasi”, terang  Atet.  

Ditambahkan Atet Dedi Handiman, Dinas KUMKM Kota Bandung mempunyai rencana program “UMKM Recovery Center di daerang Mustang, dan tempat display Produk UMKM di daerah Dago,  untuk selanjutnya bisa dilakukan business meeting dan business matching, sebagai faslitasi dalam aspek pemasaran, dan juga diberikan berbagai pelatihan.  

 

Sementara itu Ketua KADIN Kota Bandung, Iwa Gartiwa, didampingi para narasumber dari jajaran pengurus Kadin Kota Bandung, Komite Tetap Organisasi dan Keanggotaan, Rustam Hutabarat, Komite Tetap Waralaba dan Kemitraan Bhakti Desta Alamsyah, Komite Tetap  MICE dan Promosi Usaha, Ilwan Syahwidan serta Direktur Eksekutif, Ridwan Kurniawan, menyampaikan sejumlah perkembangan tentang upaya membangkitkan usaha para pelaku UMKM di tengah pandemi covid-19 di serta upaya Pemulihan Ekonomi Kota Bandung, dimana saat ini KADIN Kota Bandung sebagai Wakil Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung melalui Gerakan Ekonomi Bandung Bangkit (GEBB) dengan sejumlah kegiatan, seperti Coffee Monday dan Kamis Manis Ngobrol Bisnis bisa menjadikan KADIN Kota Bandung sebagai jembatan untuk menampung semua keluhan dan curhatan permasalahan yang dihadapi UMKM dalam usahanya untuk diberikan berbagai saran,  masukan, informasi, akses-akses serta fasilitasi serta edukasi-edukasi yang diharapkan bisa menjadi jadi solusi  bagi UMKM untuk tetap survive di masa pandemi covid-19 ini,  kita terus lakukan kegiatan-kegiatan tersebut  dengan

mematuhi peraturan pemerintah daerah dan pusat tentang protokol kesehatan, ujar Iwa.

 

Selanjutnya  Iwa Gartiwa mengatakan “Orang Bandung itu inovatif dan kreatif, jadi UMKM nya juga begitu, walaupun pandemi berdampak cukup berat bagi  ekonomi UMKM, tapi UMKM di Kota Bandung tidak kalah dengan di daerah lain, terus eksis, dan siapa yang tangguh pada masa  pandemi ini maka  merekalah yang akan lebih tanguh lagi di masa pasca pandemi nanti, dan Bandung sebagai pusat entrepreneur bisa menembus kemana- mana, baik didalam maupun luar negeri “, tutur Iwa..

 

Sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh peserta mengenai trik untuk meningkatkan pemasaran , marketing online dan permasalahan pembentukan  koperasi serta pelatihan untuk koperasi dijawab secara jelas oleh Atet Dedi Hadiman, Rustam Hutabarat  dan Bhakti Desta Alamsyah. 

 

Untuk pendirian koperasi dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja No. 12  Tahun 2020, untuk membentuk koperasi sudah cukup dengan 9 orang, karena pengurus merangkap anggota.  Kemudahan pembentukan  koperasi diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat dan  intens.   Sekarang gerakan  koperasi lebih moderen dan koperasi  dimanfaatkan sebagai eskalator perekonomian, tutur Atet.

  

 

Disampaikan oleh Atet , ada beberapa pelatihan yang dilakukan untuk koperasi, diantaranya  pelatihan pengelolaan toko koperasi, kemampuan SDM  pengelola koperasi, sedangkan pelatihan untuk UMKM ada pelatihan digital marketing, packaging.  Disamping itu ada yang dinamakan dengan “SEJUK yaitu perkumpulan kerjasama koperasi, disitu terjadi sharing modal, sharing produk, sampai pemasaran, tuturnya.

 

Adapun  Rustam Hutabarat berbagi pengalamannya untuk menjawab  bagaimana bisnis yang baik, pertanyaain ini harusnya ditanyakan pada yang tidak sukses, karena disana ada kendala, ada kesulitan, ada permasalahan, dari sana kita   kita bisa evaluasi, karena kadang sukses itu bisa merupakan garis tangan.    Disampaikannya pula bahwa belum tentu  tempat usaha yang bagus bisa meningkatkan  omzet dan pendapatan, karena kepemilikan dan luasnya tempat untuk pemasaran usaha tidak menjamin akan banyaknya pengunjung, hal ini tergantung dari bagaimana kita memiliki kreativitas dan strategi yang tepat, sehingga pengunjung banyak yang datang.  Selain itu nama yang unik demikian juga masalah packaging berpengaruh terhadap peningkatan pemasaran.

 

Menurut Rustam Hutabarat “Ada 4 hal yang harus dipegang oleh pengusaha yaitu, produk, price / harga,  delevery dan human relation, hubungan baik dengan buyer misalnya, dan untuk  masalah marketing UMKM harus memperhatika 3P 1D, yaitu: Product, Price,  Promotion, dan Distribution”, tutur Rustam.  Di masa pandemi kita harus menjual apa yang masyarakat inginkan, jangan kita paksakan menjual yang kita inginkan”, ujarnya.

Selanjutnya Bhakte Desta Alamsyah mengatakan “Minggu-minggu ini ada fenomena anak-anak muda sedang gandrung dengan produk  yang namanya “Cimol Bojot Aa”, kalau kita perhatikan yang punya usaha ini adalah pengusaha cimol , karena  terlihat ada suatu perencanaan yang baik dengan memilih nama produk untuk tujuan menimbulkan ketertarikan pembeli, Pengusaha itu ada proses yang lebih panjang, ada keinginan lebih dikenal , kemudian membuat merek, membuat desain yang menarik, memberikan alamat social medianya, memberikan  alamat deleverynya,  daftar di marketplase, dan lain-lain. ada perencanaan disini.  “Perencanaan yang berhasil merupakan keberhasilan secara keseluruhannya“, tambah Desta.  “Jadi penting pada kita mengawali sebuah usaha, apakah kita akan jadi pedagang atau pengusaha”, pungkasnya.

Editor: Ridwan Kurniawan

Bagikan melalui:

Komentar