• Minggu, 1 Agustus 2021

COFFEE MONDAY KADIN KOTA BANDUNG

EFEKTIF ATAU EFEK TIP

EFEKTIF ATAU EFEK TIP Laras Lestari

KADINBANDUNG.COM - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung, Iwa Gartiwa membuka  acara Kamis Manis  Ngobrol Bisnis episode ke-31  dengan tema “Efetif atau Efek Tip” pada hari Kamis, 18 Februari  2021, di Aula Graha Kadin Kota Bandung,  Jalan Talaga Bodas No. 31.  Sebagai Narasumber Ketua KADIN Kota Bandung, Iwa Gartiwa, Wakil Ketua Bidang Koperasi, UMKM dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro, dan Komite Tetap Waralaba dan Kemitraan,  Bhakti Desta Alamsyah, serta Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung, Ridwan Kurniawan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung, Iwa Gartiwa membuka  acara Kamis Manis  Ngobrol Bisnis episode ke-31  dengan tema “Efetif atau Efek Tip” pada hari Kamis, 18 Februari  2021, di Aula Graha Kadin Kota Bandung,  Jalan Talaga Bodas No. 31.

Pada kesempatan memberikan sambutan Iwa menyampaikan “ Dalam masa pandemi  ini kita tetap melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini dengan guidance protokol kesehatan, karena tujuan  kita harus “ngarojong” atau mendorong upaya-upaya pemulihan ekonomi di Kota Bandung, dengan pulihnya ekonomi maka otomatis akan meningkatkan usaha-usaha UMKM, dan kita juga harapkan agar semuanya terus  menjaga protokol kesehatan sehingga pandemi ini tidak terus merembet” tutur Iwa

“Syukur Alhamdulillah acara Kamis Manis Ngobrol  ini sudah yang ke-31 episode dan kita sudah bersilaturahmi  ke berbagai pihak, salah satunya ke KADIN pusat (Indonesia), juga dengan  Walikota Bandung, semuanya memberikan dukungan atas peneyelenggaraan kegiatan ini, dan Walikota Bandung, Oded M. Danial juga  berpesan agar pelaksanaan acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis dan juga Coffee Monday harus diteruskan”, tambah Iwa.   

“ Walaupun sebenarnya kegiatan-kegiatan KADIN ini tidak didukung oleh Dana APBD,tapi Alhamdulillah pada setiap acara selalu saja ada support , baik dari peserta UMKM maupun dari sponsor lainnya, salah satu contoh sekarang ini saja  ada peserta UMKM yang memberikan produknya untuk bisa dikonsumsi oleh peserta yang hadir dalam acara ini,” ujar Iwa

Lebih lanjut Iwa Gartiwa mengatakan “ Yang terpenting adalah kita harus saling support, saling dukung satu sama lain, dan intinya kegiatan ini harus dimanfaatkan, jangan berpikir kita sudah pandai, sudah cukup ilmu, kita harus tetep belajar dan terus belajar, minimal setiap pertemuan ada komunitas baru, sebagai contoh UMKM Menwa, mereka sudah sukses, tapi sering hadir ke acara ini untuk menjalin silaturahmi, karena kita ketahui dalam pandemi ini yang  seatle itu adalah mereka yang bisa memelihara silaturahmi dengan teman-temannya, sebagai marketing produk kita secara tidak langsusng, melalui mulut ke mulut, dan akhirnya ke medsos, jadi penting untuk  selalu menjaga silaturahmi supaya rezeki terus mengalir ” tutur  Iwa

Terakhir Iwa Gartiwa menyampaikan bahwa Kadin Kota Bandung selalu terbuka buat para pengusaha,  dan kita sedang gencar-gencarnya untuk penyaluran Dana Bantuan Bergulir LPDB untuk  Koperasi, tapi koperasinya yang sudah berjalan minimal 1 kali RAT, bunganya ringan hanya 3 %,  ke anggota tergantung kebijakan koperasi masing-masing.   Silahkan segera ajukan propsalnya ke KADIN”, ujar Iwa lagi.

Dalam mengupas masalah pemasaran dan kepuasan pelanggan  Bambang Tris Bintoro mengatakan ada 4 aspek yang harus diperhatikan, yaitu Product, Price, Promotion dan Place. 

menurut Bintoro,  “produk yang kita jual 50-60 persennya harus ada daya pembeda, walaupun marginnya kecil tapi perputaran uangnya cepet, sebuah produk itu harus ada daya pembeda yang kuat sekali agar bisa merebut pasar, kita juga harus tahu produk kita itu dipasarkan untuk siapa, dipasarkan dimana dan segmennya kemana “ ujar Bintoro. 

Dalam menetukan  Price atau harga  harus tahu meghitung harga pokok produksi.  Bahan Baku untuk produksi berpengaruh terhadap harga jual, harga bahan baku yang dipakai untuk menghitung HPP  adalah harga batas atas atau  harga yang tertinggi , supaya jika ada kenaikan harga bahan baku ada spce untuk meetapkan harga jual produk”, terang Bintoro

lebih lanjut Bintoro mengatakan ”untuk Promotion / promosi , sekarag kita dimanjaka oleh teknologi melalui Istagram, youtube marketpalce dan lain-lain,  jadi manfaatkan itu semua untuk mempromosikan produk ita, disamping itu kita juga harus menjalin ikatan emosia secra pribadi dengan konsumen, misalnya dengan sering menyapa dan memberikan hadiah ke konsumen, “ujar Bintoro lagi.

Masalah place atau tempat yang harus dilakukan adalah memilih tempat yang strategis dengan melakukan survey pasar / riset pasa,  jika telah  berdiri di suatu tempat dimana usahanya itu berhasil maka biasanya  itu adalah tempat yang bagus untuk kita mendirikan usaha disitu, misalnya usah di dekat mini makerket indomaret, hal itu karena pasti sudah melaui riset pasar oleh Indomaret,” tambah Bintoro.

Kemudian mengenai Proses menurut Bintoro  proses layanan harus cepat , karena konsumenn lebih suka yang cepat proses layanannya.   Sedangkan untuk tampilan, harus ada unsur lain dari yang lain, yang tidak biasa agar punya daya tarik,  misalnya toko grosir, saat pengkiloaan dan pengepakan produk dilakukan di luar toko, atau kondisi toko yang tidak terlalu tertata rapih atau bersih, hal ini untuk mendekatkan secara emosional dengan  konsumen agar lebih familiar dan tidak terkesan mahal, sehingga menarik banyak konsumen”, Jelas Bintoro.

Setelah kita merebut pasar,  menjaring pasar, kemudian kita harus memelihara dan menjaga pasar agar tetap loyal dan tidak berpindah ke pesaing kita” tutur Bintoro

“Berikan pelanggan kepuasan melampaui yang mereka harapkan,   denyut nadi perusahaan adalah pelanggan, kritik pelanggan adalah bagian untuk memperkuat produk ikita, pelayanan kepada  pelanggan saat ini caranya dengan kemajuan teknologi, medsos,  digitalisasi, namun tetap harus  menjaga kepuasan pelanggan”, pungkas Bintoro.

Bhati Desta Alamsyah mengupas yang dinamakan  efektif dalam usaha, berart ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya , kesannya); manjur mujarab membawa hasil ,  berhasil guna; mulai berlaku (Tentang Undang-Undang, Peraturahan).  Desta juga menguraikan dalam kita menjalankan usaha setidaknya harus memperhatikan 5 strategi Bisnis yang efektif yaiu, Strategi harga, Strategi konten, Strategi pemasaran  dan Strategi pertumbuhan.

“Yang paling gampang untuk memenangkan persaingan pasar adalan dengan strategi harga murah, membuat harga promo, disamping harga normal dan harga istimewa.   Dalam setiap bulan kita harus mempunyai 3 harga tersebut, misanya diskon, free ongkir,  caseback, buy 1 get 1, give away, dan lain-lain, kita harus  selalu make a noise, bikin kehebohan, agar tidak bosan, harus punya alasan untuk bikin usaha kita tidak bosan”, tuturnya 

Selanjutnya tentang Strategi kemasan, wadah, bungkus, penampilan, cashing, fashion, adalah pencitraan produk kita secara visual , kemasan harus bisa “berbicara” , ciri-cirinya kemasan yang bisa berbicara adalah adanya reaksi atau respon orang tersenyum atau tertawa pada saat membaca/melihat kemasan produk kita”, terang Desta

“Sedangkan Strategi konten, adalah pendalaman dari produk,  setelah orang melihat dan orang tertarik terhadap produk, itu artinya kita sudah menggerakan orang sebanyak 50 persen , selanjutnya tinggal melakukan action sebanyak 50 persen lagi agar orang membeli produk kita.   Kita kenal ACTION (Attention, Interest dan Action), begitu orang awareness , lalu  interest, kemudian beritahu lebih dalam  atau desire, dan terakhir action dilakukan dengan konten, konten dilakukan  dengan melakukan ikatan dengan produk,  yaitu pada saat dia mengeluarkan uang  untuk membeli produk tersebut.  Konten memperdalam daya kekutan produk”, Desta menjelaskan. 

menurut Desta untuk Strategi pertumbuhan, paksakan diri kita untuk memantau bisnis kita, dan kalau dibuat sebagai grapik apakah itu turun, naik secara lambat atau naik secara cepat.   setelah  mengetahui gambaran grafik, mulai evaluasi, jika grafiknya turun, harus berani mengevaluasi kesalahan apa sehingga turun,  usaha yang sukses gragfiknya naik terus.  sebenarnya sukses itu terdiri dari grafik naik dan turun, stabil dan naik terus,  sukses itu adalah  gambarannya dari kumpulan kegagalan tapi tidak berhenti di tengah jalan, jalan terus”, ujar Desta

“Setelah berani mengevaluasi apa yang harus kita lakukan, kita harus berani statemen diujung tahun, yaitu harus berani pasang target,  tahun depan seperti apa acuannya., misalnya satu tahun kedepan targetnya membuka cabang,  5 tahun kedepan membuka pabrik, dan lain sebagainya”, jelas Desta.

Editor: Ridwan Kurniawan

Bagikan melalui:

Komentar