• Selasa, 28 September 2021

Kamis Manis Ngobrol Bisnis

The Art Of Change For Entrepreneur

The Art Of Change For Entrepreneur Asep Ruslan Iwa Gartiwa bersama peserta dan narasumber

KOTA BANDUNG – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung tetap konsisten bersama-sama dengan pemerintah daerah dan pihak swasta terus berinovasi membuat langkah-langkah solutif agar UMKM dapat tumbuh, bertahan dan terus berkembang walaupun di masa yang sulit Pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM bersama Kepala Bagian Edukasi & Perlindungan Konsumen OJK KR 2 Jawa Barat, Riwin Mirhadi, yang menjadi keynote speaker  membuka acara rutin “Kamis Manis Ngobrol Bisnis” dengan tema ”The Art Of Change For Entrepreneur” bertempat di Graha Kadin Kota Bandung Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung, Kamis (12/11/2020).

The Art Of Change For Entrepreneur (Foto: Asep Ruslan)

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Kadin Kota Bandung dengan Bank BJB, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI).

Kegiatan diikuti 60  orang pelaku UMKM Mitra Binaan Kadin Kota Bandung, dipandu sebagai MC Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung, Ridwan Kurniawan, menghadirkan para narasumber: Melvin Septa Osman (Ketua Bidang Ekonomi dan Kemitraan DPD APJI Jabar), Teguh Dinurahayu  (Kepala Sub Bagian  Edukasi Dan Perlindungan Konsumen OJK Kantor Regional 2 Jawa Barat), Nana Supriatna (Abi Nana) (Master Trainer NLP/Talent Mapping For Entrepreneur Expert Kadin Provinsi Jabar) dan Bhakti Desta Alamsyah (CEO BestBrand Indonesia).

Acara juga dihadiri Jejem dari  Lembaga Perekonomian Nahdlatul  Ulama (LPNU) Kota Bandung dan Gerry Achmad Sam dari Bank BJB.

Dalam sambutannya Iwa Gartiwa mengatakan, kunci sukses pengusaha harus menambah ilmu, mengikuti pelatihan-pelatihan, untuk meningkatkan kualitas.

“Pandemi  Covid-19 bukan berarti kita harus berhenti beraktivitas, dalam kondisi pandemi  seperti saat ini pengsaha harus  inovatif , kreatif dan produktif. Kunci sukses pengusaha harus menambah ilmu, mengikuti pelatihan-pelatihan, untuk meningkatkan kualitas,” ungkap Iwa Gartiwa Ketua Kadin Kota Bandung, Kamis (12/11/2020).

Iwa mengatakan, berungtunglah UMKM yang tinggal di kota Bandung, karena Bandung tempatnya strategis dan orangnya kreatif-kreatif. Acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis lebih ke edukasi, sedangkan untuk acara Coffee Monday yang diselenggarakan setiap hari Senin lebih ke diskusi dan konsultasi permasalahan UMKM.

“Permasalahan UMKM yang umum adalah PIRT, BPOM dan masalah klasik yang sering dikeluhkan yaitu permodalan. Padahal sebenarnya masalah permodalan bukan yang utama  buat pengusaha,” ujarnya.

Beruntung sekali UMKM yang bisa  hadir di acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis ini,  karena Kadin Kota Bandung mendatangkan ekspert khusus seperti OJK dan lain-lain. Kadin Kota Bandung selalu terbuka untuk UMKM.

“UMKM jangan sungkan datang ke Kadin Kota Bandung, karena Kadin Kota Bandung adalah rumah bersama para pengusaha. Pengusaha itu harus masuk komunitas usaha, karena komunitas akan membentuk pola pikir. Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrrohim acara ini dibuka denga harapan kita maju bersama, berkah dan selalu dalam ridla Allah SWT,” pungkas Iwa Gartiwa.

Pada acara ini juga dilakukan  ekspose Majalah Entrepreneur Kadin Kota  Bandung dan pembagian majalah kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari MC dan Ketua Kadin Kota Bandung.

Majalah Kadin edisi perdana November 2020 (Foto: Asep Ruslan)

Kepala Bagian Edukasi & Perlindungan Konsumen OJK KR 2 Jawa Barat, Riwin Mirhadi dalam sambutannya mengatakan.

“Dimasa yang penuh tantangan era pandemi Covid-19 ini entrepreneur harus berubah dan terus berinovasi. Dampak dari pandemi  covid-19  sangat besar. OJK  selalu memberikan dukungan setiap upaya untuk membangkitkan UMKM  ditengah pandemi,” ujarnya.

Ririn berharap, setelah adanya vaksin Covid-19 ekonomi Indonesia akan kembali normal. Karena jika  ekonomi tumbuh  dengan  baik akan membantu baik dari sisi pengusaha maupun pemerintah.

“Presiden sudah menyatakan kita saat ini sudah krisis ekonomi,  pertumbuhan ekonomi sudah menyentuh angka minus. Hal ini karena konsumsi masyarakat yang rendah, harus  didorong oleh  daya beli yang baik. Mudah-mudahan  acara seperti Kamis Manis Ngobrol Bisnis ini bisa mendorong bangkitnya UMKM,” terangnya.

Dengan berbagi kiat-kiat buat UMKM. Ririn menyambut baik adanya kegiatan ini.

“Dari acara Kamis Manis Ngobrol Bisnis ini, mudah-mudahan akan melahirkan pebisnis-pebisnis baru yang muncul. Semoga kegiatan ini selain untuk menambah  ilmu, juga bisa menjadi amal jariah bagi kita semua,” pungkasnya.

Melvin Septa Osman bersama Iwa Gartiwa (Foto: Asep Ruslan)

Melvin Septa Osman dalam paparannya mengatakan. Jiwa entrepreneur sangat dibutuhkan  dalam dunia pekerjaan/kantor maupun usaha. Jiwa entrepreneur harus ada didalan diri kita masing masing. Pelatihan ini menekankan pada perubahan (change) dikaitkan dengan pandemi. Perubahan bukan hanya sekedar karena ada pandemi. Pandemi ini memang mempercepat motivasi kita untuk berubah. Ada atau tidak ada pandemi kita harius berubah, kalau  tidak berubah kita bisa mati dalam usaha. Jangan sampai ada di zona nyaman terlalu lama, harus ada improve dan perubahan. Perubahan kadang tidak kita sukai, menyakitkan, tidak nyaman, atau menyenangkan. Perubahan jangan terlalu dianggap hal yang berat.

“Dulu kita sering berprinsip “Gimana nanti”, sekarang harus dirubah menjadi “What Next”. Walupun bisnis sudah stabil tapi harus tetap bertanya apa dan bagaimana  kedepannya. Usaha/proses  itu tidak akan membohongi hasil. Kegagalan adalah dimana satu titik kamu bisa melakukan perubahan,” kata Ketua Bidang Ekonomi dan Kemitraan DPD APJI Jabar, Melvin Septa Osman.

10 langkah dalam usaha menurut Melvin:

  1. Tentukan visi misi
  2. Kita haru selalu merasa  membutuhkan ilmu, jangan merasa sudah tahu segalanya, harus ingin belajar terus
  3. Sedikt bicara banyak mendengar, kepo hal-hal yang positif
  4. Banyak Membaca,tidak mesti baca di buku,  sekarang bisa di youtube, IG, dan medsos lainnya
  5. Kita hrs selalu punya Plan  B  dan plan-plan alternatif lainnya , bisa fleksible jika rencana  B gagal.
  6. Jagan membuat limit di produk kita, sekarang pemasaran bisa lewat  e-commers pengaruhnya lebih besar dan masiv.
  7. Kerja keras harus , tapi dirubah menjadi kerja cerdas
  8. Lakukan segera apa yang sudah direncanakan, jangan menunda-nunda
  9. Lihat market, belum tentu produk kita menjadi kebutuhan utama
  10. Komunikasikan  rencana-rencana
  11. Jangan lupa dengan pencatatan keuangan

Bhakti Desta Alamsyah dan Nana Supriatna bersama peserta (Foto: Asep Ruslan)

Narasumber berikutnya Nana Supriatna (Abi Nana) yang berbicara tentang Tallent Mapping dan Neuro Linguistic Programming (NLP).

“Tallent mapping adalah test minat bakat yang intinya melihat apa potensi, kelebiihan dan kelemahan kita, ada yang bersifat personal dan koorporat. Saat ini berkembang  tallent mapping for bisnis, yaitu menganalisa potensi apa yang bisa dikembangkan untuk bisnis kita,” ujarnya.

Menurut Abi Nana, Neuro Linguistic Programming (NLP) adalah suatu pendekatan komunikasi. Seorang pengusaha wajib menguasai ilmu komunikasi. Golongan darah juga bisa dipakai mereferensikan usaha apa yang cocok dilakukan, hanya 80 % akuratnya/kekuatannya.

“Dari inventarisasi data peserta, akan dibaca/dianalisi tentang potensi/usaha apa yang cocok. Penelusuruan minat bakat usaha dan penggalian potensinya,” tambahnya.

Menurutnya, tulisan tanda tangan kita bisa menceritakan siapa kita, dan dapat melihat usaha apa yang cocok buat dilakukan, kesehatan fisik dan mentalnya, gambar bisa melihat dalam kandungan ada apa yang terjadi. Sebagai pengusaha penting mengetahui tentang  ilmu tulisan tangan dan tanda tangan.

Narasumber selanjutnya Teguh Dinurahayu berbicara tentang tugas dan kebijakan OJK dalam pemulihan ekonomi nasioanal pasca pandemi Covid-19, akses keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha UMKM dan OJK lembaga yang independen fungsinya pengaturan pengawasan pemeriksaan.

Pemateri terakhir adalah CEO BestBrand Indonesia, Bhakti Desta Alamsyah yang meminta para peserta harus fokus sehingga tidak kehilangan esensi penting dari ilmu  yang bermanfaat sebagai bekal untuk menjalankan usaha UMKM.

“Berharap setiap pertemuan memberikan pengetahuan yang bertambah dan semakin bertambah. Jangan sungkan untuk menyampaikan kepada kami, jika bapak/ibu ingin mendapatkan materi yang bapak/ibu butuhkan,” kata Desta.

Menurut Desta, apakah kita sudah mengganggap bisnis yang kita geluti ini adalah anak kita? Perlakukanlah usaha itu bagaikan anak kita sendiri, cirinya :

  1. Selalu dirawat
  2. Melakukan perubahan dari yang paling kecil, tapi menarik
  3. Diberi nama  usahanya
  4. Harus pakai nama
  5. Harus memakai kemasan
  6. Usaha kita harus diurus segala aspek legalnya
  7. Harus punya email, punya rumahnya email, yaitu homepage atau website

“Biarpun kecil harus mau berubah, yang menolak perubahan pasti mengalami kematian,” ujar Desta.

“Sekarang zamannya memakai online, zamannnya media sosial, zamannya berkomunitas, maka bergabunglah di komunitas. Harus aktif tawarkan usaha kita, kita ga pernah tau siapa yang butuh produk kita, jangan dulu menjudge tidak akan ada yang butuh produk kita,” pungkasnya.

Editor: Asep Ruslan

Bagikan melalui:

Komentar