• Sabtu, 19 Juni 2021

Sentra Vaksinasi Bersama BUMN Beri Perhatian Khusus Kesehatan dan Kebugaran Para Nakes

Sentra Vaksinasi Bersama BUMN Beri Perhatian Khusus Kesehatan dan Kebugaran Para Nakes Asep Ruslan Para nakes dituntut harus memiliki kebugaran dan kesehatan prima dalam melayani ribuan pasien (Foto: Asep Ruslan)

KADINBANDUNG.COM, JAKARTA - Keberhasilan Sentra Vaksinasi Bersama BUMN melakukan vaksinasi terhadap hampir 600 ribu warga Indonesia tak lepas dari kiprah para tenaga kesehatan yang tergabung dalam Pertamedika Indonesia Health Corporation (IHC). Setiap hari, dalam memberikan pelayanan terhadap ribuan orang dengan ragam latar belakang, karakter, dan kondisi, terutama ketika memvaksin warga lanjut usia dan kalangan disabilitas, para nakes dituntut tak hanya cekatan, tenang, dan sabar, namun juga mesti memiliki kebugaran dan kesehatan prima.

Kegiatan Vaksin di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN (Foto: Asep Ruslan)

Sejak Sentra vaksin perdana dibuka di Istora, GBK, Senayan, pada 8 Maret lalu, dan kini memiliki empat titik lainnya di Tennis Indoor, Semarang, Surabaya, dan Bandung, setiap hari dikerahkan sekitar 30 hingga 35 dokter dan 66 perawat di setiap titik. Agar daya tahan, baik fisik dan psikis mereka tetap terjaga setelah Sentra vaksin berjalan sebulan lebih, perhatian terhadap kesehatan dan kebugaran menjadi perhatian penuh Pertamedika IHC.

"Untuk menunjang kesehatan, kami memberikan asupan vitamin D Compleks dan suplemen vitamin setiap hari, serta injeksi booster sebulan sekali kepada para nakes. Sedangkan untuk kebugaran, kami menerapkan sistem rotasi dan mengambil shift libur, dengan pergantian crew setiap lima hari sekali. Variasi makanan dan snack bergizi dan enak juga kami perhatikan. Karena semua nakes di Sentra vaksin berada dibawah koordinir Pertamedika IHC, maka kami mengatur jadwal kerja dengan rolling para nakes yang bertugas di RS-RS BUMN," ujar Koordinator Operasional Infrastruktur Medis, Sentra Vaksinasi Bersama BUMN, Rainier Haryanto di Jakarta, Selasa (20/4).

Dalam mengelola Sentra vaksinasi di Jakarta dan Jawa Tengah yang terdapat tiga titik, Pertamedika IHC mengerahkan para nakes yang berasal dari 12 RS BUMN yang tersebar dari Jakarta hingga Jawa Tengah. Mereka terdiri dari RS Pertamina Pusat, RS Pertamina Jaya, RS PELNI, Klinik Pertamedika, RS Krakatau Medika, RS Pelabuhan, RS Antam, RS Pekerja, Pertamedika, RS Pertamina Balongan, RS Pertamina Cirebon, dan RS Pertamina Cilacap. Kerjasama juga dilakukan dengan RS Ukrida, Jakarta.

Pasien yang menunggu untuk proses di vaksin (Foto: Asep Ruslan)

Sedangkan untuk Sentra vaksin di Jawa Timur, dukungan diberikan dari RS BUMN lain, yakni RS Semen Gresik dan RS Petro Graha Medika. Sementara untuk tenaga kesehatan di Sentra vaksin Bandung, Jawa Barat, kolaborasi dilakukan Pertamedika IHC dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

"Selain kesehatan dan kebugaran, kami terus memotivasi para nakes untuk selalu senang dalam bertugas. Dinamika pasti ada, apalagi melayani ribuan orang. Namun kalau semua diajak happy, lalu ada masalah diselesaikan baik-baik, maka membuat seluruh lelah menjadi hilang. Kami semua di Pertamedika IHC menilai tugas ini sebagai ibadah dan perjuangan untuk Indonesia Sehat," jelas Sabar, Koordinator Tenaga Kesehatan Sentra Vaksinasi Bersama BUMN.

Bahkan, ia menambahkan, demi mempercepat program vaksinasi nasional agar Indonesia Sehat segera terwujud, rekan-rekan tenaga kesehatan rela berada di luar rumah lebih dari 12 jam setiap harinya. "Para nakes sudah berangkat dari rumahnya sekitar pukul 05.00 atau 05.30, karena pukul 06.30 harus sudah ada dilokasi. Lalu, operasional Sentra vaksin selesai jam 18.00, dan dilanjutkan perjalanan pulang. Tapi semua kerja itu terbayar dengan semakin banyak orang yang divaksin," lanjut Sabar.

Sementara itu, hingga Minggu (18/4), tercatat sudah 584.011 warga Indonesia berhasil menjalani vaksinasi di seluruh Sentra Vaksinasi Bersama BUMN. Dengan sudah beroperasional penuh Sentra vaksin di Kawasan Wisata Eldorado, Bandung, Jawa Barat, yang dua pekan lalu diresmikan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir diperkirakan hari ini jumlah total warga lansia dan pekerja pelayan publik yang menjalani vaksinasi akan menembus angka, 600.000 orang.

Editor: Asep Ruslan

Bagikan melalui:

Komentar