• Sabtu, 19 Juni 2021

Umar Hardi Deviono Petani Tambak Udang Karimunjawa

Budidaya Udang Vaname Ekonomi Produktif di Tengah Pandemi Covid-19

Budidaya Udang Vaname Ekonomi Produktif di Tengah Pandemi Covid-19 Asep Ruslan Heri C. Utomo, Bupati Jepara H. Dian Kristiandi S.Sos, Brigjen TNI Dwiyanto Budi Prabowo dan Umar Hardi Deviono

KADINBANDUNG.COM - Udang merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Saat ini komoditas udang bernilai ekonomi mencapai USD.250 miliar atau sekitar Rp3,6 triliun setiap tahun. Indonesia sendiri menempati urutan ketiga terbesar sebagai negara pengekspor udang di pasar dunia setelah Thailand dan India. Jenis udang yang diekspor oleh Indonesia di antaranya adalah udang windu, udang vaname, dan jenis udang lainnya.

Hardi bersama Dandim 0719/Jepara Letkol Arh. Tri Yudhi Herlambang dan rombongan (Foto: Asep Ruslan)

Hardi bersama Camat Karimunjawa Nor Soleh Eko Prasetiawan, SE (Foto: Asep Ruslan)

Khususnya mengenai udang vaname (Litopenaeus vannamei), rata-rata jenis udang ini memiliki kontribusi volume ekspor mencapai 85%. Udang vaname memiliki karakteristik spesifik, seperti mampu hidup pada kisaran salinitas yang luas, mampu beradaptasi dengan lingkungan bersuhu rendah, memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang tinggi, dan memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap penyakit sehingga cocok untuk dibudidayakan di tambak.

Salah satu petani tambak milenial udang vaname di Desa Kemojan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, Umar Hardi Deviono (29th) atau yang akrab dipanggil Hardi mengatakan, komoditas udang hingga saat ini masih menjadi andalan ekspor perikanan budidaya. Bahkan, budidaya udang menjadi salah satu kegiatan ekonomi produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ditengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini, komoditas udang vaname masih menjadi primadona dengan permintaan global yang sangat tinggi hingga saat ini,” kata Hardi di Karimunjawa, Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, petambak udang vaname di tengah pandemi covid -19 ini tetap bersemangat dan produktif.

“Produksi udang di tengah pandemi covid-19 ini bisa menjadi potensi kita untuk memenuhi permintaan global, karena saat ini Indonesia menempati urutan ketiga terbesar sebagai negara pengekspor udang di pasar dunia setelah Thailand dan India,” ujarnya.

Ir. Syamsudi orangtua Hardi saat panen tambak udang vaname di desa Kemojan, Karimunjawa (Foto: Asep Ruslan)

“Udang selain bernilai ekonomi, juga termasuk salah satu makanan laut yang baik untuk kesehatan. Di dalam daging udang terkandung kalsium, potassium dan fosfor yang merupakan sumber vitamin A dan E. Sama halnya dengan ikan, udang pun merupakan sumber makanan laut yang mengandung asam lemak omega 3 yang berfungsi mengurangi peradangan dan risiko penyakit jantung,” tambahnya.

Hardi bersama Asep Ruslan di lokasi tambak udang desa Kemojan, Karimunjawa (Foto: Asep Ruslan)

Dengan berkembangnya permintaan pasar, pihaknya juga terus melakukan penerapan budidaya udang berkelanjutan, termasuk akan dibangunnya kolam produksi lengkap dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kunci sukses usaha budidaya udang antara lain menjaga kelestarian ekosistem, dan menjaga kualitas lingkungan yang menjadi faktor paling utama melalui pengelolaan limbah yang efektif,” pungkas Hardi petani tambak Karimunjawa.

Hardi Petani Tambak Udang Karimunjawa

Editor: Asep Ruslan

Bagikan melalui:

Komentar